Byklik.com | Pidie – Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie resmi mulai beroperasi sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian melalui penyediaan pasokan air irigasi yang berkelanjutan.
Dengan kapasitas tampung yang besar, bendungan tersebut siap mengairi ribuan hektare lahan sawah di Pidie dan sekitarnya. Kehadirannya diharapkan mampu mengatasi persoalan kekurangan air yang selama ini kerap dialami petani, terutama saat musim kemarau.
Pemerintah Kabupaten Pidie menyatakan Bendungan Rukoh yang mulai difungsikan pada Juli 2026 akan menjadi penopang baru bagi sektor pertanian dan perekonomian daerah. Ketersediaan air yang lebih stabil ditargetkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari satu hingga dua kali tanam menjadi tiga kali tanam dalam setahun.
Salah seorang petani di Pidie, Ibrahim, menyambut baik beroperasinya bendungan tersebut. Menurutnya, distribusi air irigasi yang lebih merata akan memberikan kepastian bagi petani dalam mengelola lahan.
“Selama ini kami selalu cemas ketika memasuki musim kemarau. Dengan beroperasinya Bendungan Rukoh, kami tidak perlu lagi berebut air irigasi dan berharap hasil panen dapat meningkat,” ujar Ibrahim, Selasa, 14 Juli 2026.
Selain berfungsi sebagai sumber irigasi, Bendungan Rukoh juga dimanfaatkan sebagai penyedia air baku bagi masyarakat, pengendali banjir di wilayah hilir, serta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Semoga bendungan ini tidak hanya bisa bermanfaat bagi petani, tetapi masyarakat juga bisa menerima manfaatnya,” pungkasnya.











