Byklik.com | Banjarbaru – Komisi IV DPR RI mendukung langkah Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat kapasitas laboratorium veteriner guna meningkatkan kesiapsiagaan subsektor peternakan dalam menghadapi potensi dampak fenomena El Niño. Penguatan sistem kesehatan hewan dinilai menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi gangguan produksi peternakan sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, saat memimpin kunjungan kerja spesifik ke Balai Veteriner (BV) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 13 Juli 2026.
Kunjungan itu bertujuan meninjau kesiapan sarana dan prasarana laboratorium veteriner serta membahas strategi mitigasi menghadapi dampak El Nino terhadap subsektor peternakan.
Dalam kesempatan tersebut, Titiek mengatakan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan Selatan, berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal. Kondisi itu perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi sektor pertanian dan peternakan.
“Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah termasuk Kalimantan Selatan berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal. Kondisi ini perlu diantisipasi karena dapat berdampak pada sektor pertanian dan peternakan. Petani dan peternak harus tetap dapat memproduksi, pasokan pangan tetap terjaga, dan stabilitas harga pangan dapat dipertahankan,” ujarnya.
Menurut Titiek, Kalimantan Selatan memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional sekaligus pemasok kebutuhan pangan bagi sejumlah wilayah di Kalimantan, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk meminimalkan dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian dan peternakan.
Ia menambahkan, penguatan sistem irigasi, penyediaan sarana produksi, dan pengamanan cadangan pangan merupakan langkah penting dalam menghadapi musim kemarau. Sementara itu, sektor peternakan memerlukan perhatian khusus karena cuaca kering berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit hewan.
Titiek juga mengapresiasi peran Balai Veteriner Banjarbaru sebagai laboratorium rujukan regional di Kalimantan. Menurutnya, peningkatan kapasitas laboratorium, baik dari sisi peralatan, sumber daya manusia, maupun sistem biosekuriti, perlu terus dilakukan agar kemampuan deteksi dini terhadap penyakit hewan semakin optimal.
“Balai Veteriner Banjarbaru memiliki peran yang sangat strategis. Yang kita utamakan bukan mengobati, tetapi mencegah munculnya wabah penyakit hewan. Karena itu, kami akan terus mendukung penguatan sarana laboratorium, termasuk apabila diperlukan tambahan anggaran untuk meningkatkan pelayanan kesehatan hewan,” tegasnya.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan Kementerian Pertanian telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak El Nino terhadap sektor peternakan.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan melalui penguatan pengawasan kesehatan hewan di jaringan balai veteriner, peningkatan program vaksinasi, surveilans penyakit, serta koordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan ketersediaan pakan dan air bagi ternak di wilayah yang berpotensi terdampak.
“Kementerian Pertanian terus memperkuat langkah mitigasi menghadapi El Nino melalui peningkatan surveilans penyakit hewan, penguatan kapasitas laboratorium veteriner, pelaksanaan vaksinasi, serta koordinasi dengan pemerintah daerah agar ketersediaan pakan dan air bagi ternak tetap terjaga. Dengan kesiapsiagaan yang baik, kami optimistis produktivitas peternakan dan ketahanan pangan nasional dapat terus dipertahankan,” kata Agung.
Melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, DPR RI, pemerintah daerah, penyuluh, dan pelaku usaha peternakan, penguatan sistem kesehatan hewan serta laboratorium veteriner diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim, menjaga produktivitas ternak, mencegah penyebaran penyakit hewan, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.***











