Byklik.com | Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Universitas Mataram (Unram) meluncurkan Program Profesor Berdampak dengan menerjunkan lebih dari 120 guru besar untuk mendampingi desa-desa selama tiga tahun. Program yang terintegrasi dengan Desa Berdaya itu menjadi langkah nyata menghadirkan hasil riset kampus guna memperkuat ekonomi desa, mendorong inovasi, dan mempercepat pengentasan kemiskinan.
Peluncuran Program Profesor Berdampak sebagai implementasi Nota Kesepahaman (MoU) antara Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Rektor Universitas Mataram Prof. Sukardi berlangsung di Mataram, Kamis, 9 Juli 2026. Melalui kolaborasi tersebut, para guru besar akan terlibat langsung mendampingi desa-desa dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis riset, inovasi, dan karakteristik masing-masing wilayah.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyambut baik langkah tersebut sebagai implementasi nyata semangat Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 25–27 Juni 2026. Forum itu mempertemukan rektor, guru besar, akademisi, dunia usaha, dan pemerintah untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar memastikan ilmu pengetahuan dan hasil riset benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu, tetapi juga harus menjadi pusat solusi bagi berbagai tantangan bangsa. Guru besar, dosen, peneliti, dan mahasiswa hadir di tengah masyarakat, bekerja bersama pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menghasilkan dampak yang nyata,” ujar Brian.
Menurut Brian, kolaborasi antara Pemprov NTB dan Universitas Mataram menunjukkan bagaimana hasil riset dan kepakaran akademik dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang mendukung pembangunan daerah.
“Program seperti Profesor Berdampak merupakan contoh baik bagaimana keilmuan dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Ketika kampus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, inovasi tidak berhenti di laboratorium atau ruang kelas, tetapi menjadi solusi yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Seluruh profesor Universitas Mataram akan mendampingi pelaksanaan Program Desa Berdaya selama tiga tahun. Pendampingan difokuskan pada pengembangan potensi ekonomi desa, inovasi berbasis riset, serta penciptaan peluang usaha baru sesuai karakteristik setiap wilayah.
Rektor Universitas Mataram Prof. Sukardi mengatakan Program Profesor Berdampak merupakan komitmen kampus agar hasil riset para guru besar tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.
Sebagai tahap awal, seluruh guru besar Universitas Mataram dibagi ke dalam 22 kelompok untuk mendampingi Program Desa Berdaya di berbagai wilayah NTB. Mulai 2027, jumlah kelompok akan ditambah agar lebih banyak desa mendapat pendampingan. Universitas Mataram juga akan melibatkan dosen dan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) guna memperkuat ekosistem pemberdayaan desa.
“Hari ini kami menunjukkan komitmen. Saya percaya dengan para profesor kita. Program ini direncanakan berjalan minimal selama tiga tahun dengan target utama menghasilkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang nyata bagi masyarakat. Harapan kami tentu pendampingan ini semakin intensif. Selain para profesor, tahun depan kami akan melibatkan para dosen serta mahasiswa KKN untuk memperkuat ekosistem Desa Berdaya ini,” ujar Sukardi.
Kemdiktisaintek menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi. Melalui inisiatif seperti yang dijalankan Universitas Mataram dan Pemerintah Provinsi NTB, kementerian berharap semakin banyak perguruan tinggi menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan daerah secara berkelanjutan.











