Byklik.com | Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi meluncurkan Program Magang Nasional (PMN) 2026. Program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut memasuki tahun kedua penyelenggaraan dengan cakupan peserta yang semakin luas sebagai upaya mempercepat penyerapan tenaga kerja muda di Indonesia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan salah satu pekerjaan rumah pemerintah yang terus menjadi perhatian adalah memastikan lulusan perguruan tinggi, khususnya jenjang sarjana, dapat lebih cepat memasuki dunia kerja.
“Salah satu PR Pemerintah yang terus ada sejak dulu adalah bagaimana caranya mahasiswa khususnya S1 yang lulus kuliah bisa langsung dapat kerja dan dapat gaji,” ujar Teddy, Senin, 29 Juni 2026.
Ia menjelaskan, sejak 2025 Presiden Prabowo melalui Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli bersama jajarannya menghadirkan Program Magang Nasional sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri.
“Nah, untuk itu sejak tahun 2025 lalu dan sekarang tahun kedua, Presiden Prabowo melalui Menaker Prof Yassierli beserta tim, membuat Program Magang Nasional,” lanjutnya.
Melalui program tersebut, para lulusan sarjana dapat mengikuti magang selama enam bulan di perusahaan mitra. Selama menjalani program, peserta memperoleh penghasilan sekitar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, menyesuaikan dengan upah minimum kabupaten/kota tempat mereka bekerja.
Selain menerima penghasilan, para peserta juga mendapatkan pendampingan langsung dari mentor atau pekerja senior di perusahaan sehingga keterampilan dan pengalaman kerja mereka semakin meningkat. Pada tahun ini, cakupan peserta juga diperluas dengan melibatkan lulusan pendidikan profesi serta penyandang disabilitas.
“(Peserta PMN) dilatih dan didampingi oleh mentor atau pekerja senior perusahaannya agar skillnya bertambah. Tahun ini juga tidak hanya merekrut lulusan S1, tetapi juga dari profesi dan saudara kita dari difabel,” kata Teddy.
Ia mengungkapkan, pada 2025 Program Magang Nasional diikuti sekitar 100 ribu peserta yang ditempatkan di berbagai perusahaan di Indonesia. Tahun ini jumlah peserta meningkat menjadi 150 ribu orang yang akan mengikuti magang di sekitar 8.800 perusahaan, baik badan usaha milik negara (BUMN) maupun perusahaan swasta.
“Tahun ini naik menjadi 150.000 peserta, akan bekerja di sekitar 8.800 perusahaan BUMN dan swasta,” ujarnya.
Menurut Teddy, hasil penyelenggaraan program pada tahun pertama menunjukkan capaian yang menggembirakan. Dari 100 ribu peserta, sekitar 30 persen atau 30 ribu orang berhasil direkrut menjadi pegawai tetap setelah menyelesaikan masa magang. Sementara 30 persen lainnya masih menunggu proses rekrutmen yang diperkirakan berlangsung dalam dua hingga tiga bulan.
“Artinya program ini juga adalah jembatan nyata bagi mahasiswa yang lulus untuk dapat langsung bekerja dan mendapat penghasilan,” tandasnya.
Dengan peningkatan jumlah peserta dan perusahaan mitra pada 2026, Program Magang Nasional diharapkan menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja muda, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta menyiapkan generasi Indonesia yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia industri.











