Berita Utama

USK Dukung Magang Nasional untuk Tekan Pengangguran Aceh

Bambang Iskandar Martin
×

USK Dukung Magang Nasional untuk Tekan Pengangguran Aceh

Sebarkan artikel ini
Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, saat menerima audiensi jajaran Pemerintah Aceh di Ruang Mini Rektor USK, Banda Aceh, Kamis, 2 Juli 2026. (Foto: Humas USK)

Byklik.com | Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) menyatakan komitmennya mendukung upaya Pemerintah Aceh menekan angka pengangguran melalui Program Pemagangan Nasional (PMN) 2026 atau Maganghub yang diinisiasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.

Dukungan tersebut diwujudkan dengan mendorong lulusan baru mengikuti program magang sekaligus mempersiapkan USK sebagai lembaga penyelenggara magang.

Komitmen itu disampaikan Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, saat menerima audiensi jajaran Pemerintah Aceh di Ruang Mini Rektor USK, Banda Aceh, Kamis, 2 Juli 2026.

“USK mendukung penuh Program Pemagangan Nasional bagi lulusan baru sebagai salah satu upaya menurunkan angka pengangguran di Aceh,” ujar Mirza.

Dalam pertemuan tersebut, USK menyatakan kesiapan untuk mendaftarkan institusi sebagai penyelenggara magang melalui platform Maganghub. Selain itu, kampus juga akan mendorong para lulusan baru memanfaatkan program tersebut sebagai sarana meningkatkan kompetensi dan pengalaman kerja.

Audiensi itu dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh Akmil Husen, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh T. Adi Darma, serta Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Aceh Zaini. Rektor USK didampingi Sekretaris Universitas Prof. Nur Fadhli dan Direktur Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis USK, Afdhal.

Sebagai tindak lanjut, Mirza menginstruksikan seluruh jajaran kampus segera berkoordinasi dengan setiap fakultas untuk memetakan kebutuhan formasi magang di lingkungan universitas. Langkah tersebut dilakukan agar unit kerja, laboratorium, dan berbagai fasilitas di lingkungan USK dapat menjadi lokasi pelaksanaan magang sesuai kompetensi lulusan.

Baca Juga  Rektor USK Groundbreaking Pembangunan Gedung Skill Lab Fakultas Kedokteran

Selain menyiapkan formasi magang internal, USK juga akan memperluas sosialisasi kepada alumni agar dapat memanfaatkan peluang yang tersedia melalui Program Maganghub.

Menurut Mirza, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan ketenagakerjaan, terutama di Aceh yang masih menghadapi tingkat pengangguran cukup tinggi. Kondisi tersebut, katanya, turut dipengaruhi dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, yang mengganggu aktivitas ekonomi di sejumlah daerah.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh pada Februari 2026 mencapai 5,88 persen. Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi dinilai penting untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan baru melalui program pemagangan.

Program Maganghub 2026 menawarkan berbagai fasilitas bagi peserta, antara lain uang saku selama enam bulan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan besaran mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di lokasi penempatan.

Selain memperoleh uang saku, peserta juga akan mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan serta sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah menyelesaikan program.

Baca Juga  Prabowo Bawa “Prabownomics” ke Davos, Ini Agenda Besarnya

Sementara itu, Kepala Disnakermobduk Aceh, Akmil Husen, mengapresiasi dukungan USK terhadap pelaksanaan Program Pemagangan Nasional. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi menjadi faktor penting untuk membantu Aceh memanfaatkan kuota nasional yang pada tahun ini mencapai 150.000 peserta.

Pemerintah Aceh menargetkan dapat mengirim sekitar 5.000 peserta magang pada 2026. Target tersebut didukung penyediaan formasi dari berbagai sektor, termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), serta dunia usaha.

Pemerintah Aceh bersama USK juga mengimbau seluruh unit kerja dan mitra perusahaan segera mendaftarkan formasi magang sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pendaftaran lembaga penyelenggara dibuka mulai 29 Juni hingga 15 Juli 2026.

Selanjutnya, pendaftaran peserta lulusan baru dijadwalkan berlangsung pada 15–28 Juli 2026, dilanjutkan proses seleksi pada 29 Juli hingga 5 Agustus 2026. Hasil seleksi akan diumumkan pada 7 Agustus 2026, sedangkan penempatan peserta magang dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Agustus 2026.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha tersebut, Program Pemagangan Nasional diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan baru, memperluas akses terhadap dunia kerja, sekaligus berkontribusi dalam menurunkan angka pengangguran di Aceh.***