Byklik.com | Banda Aceh – Perhelatan Piala Dunia 2026 membawa berkah bagi pelaku usaha warung kopi di Banda Aceh. Antusiasme masyarakat mengikuti pertandingan melalui kegiatan nonton bareng (nobar) membuat sejumlah warung kopi dipadati pengunjung, sehingga omzet penjualan meningkat signifikan selama turnamen berlangsung, Selasa, 30 Juni 2026.
Ramainya pengunjung yang datang untuk menyaksikan pertandingan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha. Warung kopi yang biasanya ramai pada jam-jam tertentu kini mulai dipenuhi pelanggan sejak sebelum pertandingan dimulai hingga laga berakhir.
Untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung, sejumlah pengelola warung kopi menambah berbagai fasilitas, mulai dari memasang layar lebar menggunakan proyektor, menambah televisi, meningkatkan kualitas jaringan internet, hingga menyediakan beragam pilihan makanan dan minuman.
Salah seorang pengelola warung kopi di kawasan Blang Cut, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Muhammad Rizki, mengatakan atmosfer Piala Dunia menjadi momentum yang sangat positif bagi usahanya karena jumlah pelanggan meningkat dibandingkan hari-hari biasa.
“Alhamdulillah, sejak Piala Dunia dimulai omzet harian kami meningkat. Hampir setiap pertandingan warung selalu ramai, terutama saat tim-tim besar bermain. Banyak pengunjung datang bersama teman, keluarga, bahkan membawa anak-anak,” kata Rizki.
Menurutnya, pihaknya sengaja menambah fasilitas agar pelanggan dapat menikmati pertandingan dengan lebih nyaman. Selain menyiarkan pertandingan melalui televisi, warung kopi juga memasang proyektor dengan layar berukuran besar sehingga seluruh pengunjung dapat menyaksikan pertandingan dari berbagai sudut ruangan.
“Kami menyiarkan pertandingan melalui televisi dan juga memasang infokus dengan layar yang lebih besar supaya pengunjung lebih nyaman dan bisa fokus menikmati pertandingan. Kami juga memastikan jaringan internet tetap stabil selama siaran berlangsung,” ujarnya.
Rizki menambahkan, kebijakan TVRI Stasiun Aceh yang membebaskan biaya lisensi penyelenggaraan nobar bagi warung kopi di Aceh turut membantu pelaku usaha menggelar nobar secara legal tanpa terbebani biaya tambahan.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pihaknya juga menambah kapasitas tempat duduk serta memaksimalkan pelayanan selama pertandingan berlangsung. Kehadiran area bermain anak (playground) juga menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga yang datang menikmati suasana nobar.
“Sekarang banyak keluarga yang datang. Orang tua bisa menikmati pertandingan, sementara anak-anak bermain di playground. Jadi semua merasa nyaman berada di sini,” katanya.
Salah seorang pengunjung, Fadil, mengaku lebih memilih menyaksikan pertandingan Piala Dunia di warung kopi dibandingkan di rumah karena suasana nobar dinilai lebih meriah.
“Kalau nonton di warung kopi suasananya lebih seru. Kalau nonton di rumah sepi, tidak ada sorak-sorai saat pemain hampir mencetak gol,” ujar Fadil.
Ia menilai fasilitas yang disediakan pengelola warung kopi membuat pengalaman menonton menjadi lebih nyaman sekaligus menghadirkan kebersamaan dengan sesama pecinta sepak bola.
Meningkatnya jumlah pengunjung selama Piala Dunia 2026 menjadi angin segar bagi pelaku usaha warung kopi di Banda Aceh. Selain mendongkrak omzet, momen tersebut juga ikut menggerakkan aktivitas ekonomi sektor kuliner. Para pengelola berharap antusiasme masyarakat tetap terjaga hingga turnamen berakhir sehingga warung kopi terus menjadi ruang berkumpul dan menikmati pertandingan olahraga bersama.











