Byklik.com | Banda Aceh – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh memperketat pemeriksaan kesehatan menjelang kedatangan kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Aceh yang dijadwalkan tiba pada Senin malam, 15 Juni 2026, melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar.
Kepala BKK Kelas I Banda Aceh, Ali Isha Wardana, mengatakan seluruh jemaah yang tiba akan menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur untuk mencegah masuknya penyakit menular dari luar negeri.
“Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai di antaranya Covid-19 dan penyakit menular lainnya. Namun masyarakat tidak perlu khawatir karena seluruh penanganan telah disiapkan. Pemeriksaan awal dilakukan melalui pengecekan suhu tubuh jemaah,” ujar Ali dalam konferensi pers di Asrama Haji Aceh, Senin, 15 Juni 2026.
Kloter pertama yang dijadwalkan mendarat pukul 20.50 WIB membawa 393 orang yang terdiri atas jemaah asal Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, termasuk petugas haji.
Setibanya di bandara, seluruh jemaah akan langsung diarahkan ke Embarkasi Aceh untuk menjalani prosedur kedatangan dan pemeriksaan kesehatan sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing. Kepulangan kloter berikutnya akan berlangsung secara bertahap hingga akhir Juni 2026.
Ali menjelaskan, selama berada di Arab Saudi para jemaah telah mendapatkan edukasi kesehatan. Jika saat kedatangan ditemukan gejala tertentu, petugas akan melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk pengambilan sampel sesuai standar yang berlaku.
“Kami telah menyiapkan ruangan khusus untuk jemaah yang sakit, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk ruang isolasi. Seluruh pemeriksaan akan dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan,” katanya.
Untuk mendukung layanan kesehatan, BKK bersama instansi terkait telah menyiapkan fasilitas perawatan di Asrama Haji Aceh, termasuk ruang isolasi dan ruang perawatan khusus bagi jemaah yang membutuhkan penanganan medis.
Sementara itu, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Aceh, Arijal, mengatakan kondisi kesehatan jemaah terus dipantau sejak berada di Tanah Suci melalui tim medis yang mendampingi pelaksanaan ibadah haji.
Menurutnya, layanan kesehatan bagi jemaah Indonesia di Arab Saudi telah tersedia secara memadai, mulai dari klinik kesehatan hingga fasilitas rumah sakit yang dapat diakses selama musim haji.
Menjelang kepulangan jemaah, Arijal juga mengimbau keluarga agar tidak memadati kawasan Asrama Haji Aceh demi kelancaran proses penerimaan dan pemulangan jemaah.
“Proses pelayanan di bandara diperkirakan berlangsung sekitar dua jam. Jika berjalan sesuai rencana, sekitar pukul 23.00 WIB jemaah sudah dapat meninggalkan Asrama Haji dan berkumpul kembali dengan keluarganya,” ujarnya.











