Berita Utama

Wabup Aceh Tengah Tebar 10.000 Benih Ikan di Bebesen

Bambang Iskandar Martin
×

Wabup Aceh Tengah Tebar 10.000 Benih Ikan di Bebesen

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, menebarkan 10.000 benih ikan nila di Kampung Keramat Mupakat, Kecamatan Bebesen, Jumat, 12 Juni 2026. (Foto: Prokopim Aceh Tengah)

Byklik.com | Takengon – Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, menebarkan 10.000 benih ikan nila di Kampung Keramat Mupakat, Kecamatan Bebesen, Jumat, 12 Juni 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat melalui pemanfaatan aset dan lahan yang dapat dikelola secara produktif.

Penebaran benih dilakukan di kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berada di kampung tersebut. Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Aceh Tengah yang disampaikan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia beberapa waktu lalu terkait optimalisasi pemanfaatan aset untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Dinas Perikanan Aceh Tengah, Iwan Hasri, mengatakan jenis ikan yang ditebar telah melalui kajian teknis yang dilakukan oleh pihaknya.

Menurut dia, ikan nila dinilai paling sesuai untuk dibudidayakan di kolam IPAL Kampung Keramat Mupakat berdasarkan kondisi lingkungan dan kualitas air di lokasi tersebut.

“Kami telah melakukan kajian teknis terkait jenis ikan yang sesuai untuk dibudidayakan di lokasi ini. Berdasarkan hasil kajian tersebut, ikan nila dinilai cocok untuk ditebar dan dikembangkan,” kata Iwan.

Baca Juga  Pemkab Aceh Besar Salurkan 40 Unit Alsintan

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan mengatakan aset pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat perlu dikelola secara optimal guna mendukung peningkatan kesejahteraan warga.

Menurutnya, aset milik pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah daerah, dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat apabila dikelola dengan baik.

“Aset pemerintah yang dapat menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat harus dimanfaatkan secara maksimal. Pemerintah daerah juga perlu hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan produktif masyarakat, salah satunya melalui bantuan benih ikan seperti yang dilakukan hari ini,” ujar Muchsin.

Ia menjelaskan, program penebaran benih ikan tersebut bertujuan meningkatkan ketersediaan sumber protein bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat kampung.

Menurut Muchsin, budidaya ikan nila dapat menjadi salah satu sumber pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.

“Melalui penebaran benih ikan nila ini, kami berharap ketersediaan sumber protein berbasis ikan bagi masyarakat dapat meningkat serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan di Kampung Keramat Mupakat,” katanya.

Baca Juga  Illiza Resmikan Komunitas Rumah Anak Muda Aceh

Muchsin menambahkan, bantuan benih ikan yang diberikan pemerintah bersifat stimulan dan diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha budidaya ikan secara mandiri.

Ia berharap masyarakat dapat memelihara dan mengembangkan benih yang telah ditebar sehingga ke depan terbentuk sistem ketahanan pangan yang berkelanjutan di kampung tersebut.

“Kami berharap benih ikan yang ditebar hari ini dapat dipelihara dan dikembangkan dengan baik oleh masyarakat. Dengan demikian, program ini tidak berhenti pada penebaran benih saja, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan budidaya yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Kegiatan penebaran benih ikan tersebut turut dihadiri jajaran Dinas Perikanan Aceh Tengah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tengah, Camat Bebesen, Reje Kampung Keramat Mupakat, Ketua TP-PKK Kampung Keramat Mupakat, serta aparatur kampung setempat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap program serupa dapat terus dikembangkan di berbagai kampung sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perikanan budidaya.***