Byklik.com | Medan – Universitas Sumatera Utara (USU) kembali memperkuat langkah internasionalisasi pendidikan tinggi melalui partisipasi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USU, Dr Mohammad Basyuni, S.Hut., M.Si., Ph.D., dalam program internasional 4th KOICA-ICAB Short-term Training Program di Korea Selatan.
Program yang berlangsung pada 10–21 Mei 2026 tersebut digelar oleh KOICA-ICAB bekerja sama dengan Seoul National University (SNU) dan sejumlah institusi riset terkemuka di Korea Selatan.
Partisipasi tersebut menjadi bagian dari komitmen transformasi USU dalam semangat “The Era of Ultimate Excellence” yang diusung Rektor USU, Prof Dr Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., untuk periode 2026–2031.
Melalui program itu, USU mendorong penguatan kualitas pendidikan, riset, inovasi, internasionalisasi, dan jejaring global guna mendukung pencapaian universitas berkelas dunia.
Selama mengikuti kegiatan, Mohammad Basyuni bersama peserta lainnya mengikuti pelatihan, diskusi ilmiah, kunjungan laboratorium, hingga pertukaran pengalaman akademik dengan berbagai institusi unggulan di Korea Selatan.
Beberapa institusi yang dikunjungi antara lain Seoul National University (SNU), Institutes of Green-bio Science and Technology (GBST), National Instrumentation Center for Environmental Management (NICEM), Gyeonggi Agri-Fisheries Institute (GAFI), hingga Korea Research Institute of Standards and Science (KRISS).
Selain itu, peserta juga mengunjungi Korea Basic Science Institute (KBSI), Rural Development Administration (RDA), Korea Food Industry Cluster Agency (FOODPOLIS), serta Sejong National Arboretum.
“Program tersebut berfokus pada penguatan kapasitas di bidang green bio science and technology, ketahanan pangan, inovasi pertanian, lingkungan, kehutanan, dan pengembangan kolaborasi internasional,” kata Mohammad Basyuni, Senin, 25 Mei 2026.
USU menilai keterlibatan dalam program internasional itu sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada bidang pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan berkualitas, dan kemitraan global.
Pengembangan teknologi pertanian dan bioindustri dinilai dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis sumber daya alam dan ekonomi berkelanjutan.
Selain kegiatan akademik, peserta juga mengikuti kunjungan budaya ke sejumlah lokasi penting di Korea Selatan, termasuk Seoul dan Jeonju Hanok Village, guna memperkuat pemahaman lintas budaya dan hubungan internasional.
Melalui keterlibatan aktif dalam program tersebut, USU menegaskan komitmennya memperkuat transformasi menuju perguruan tinggi unggul, inovatif, dan berdaya saing global.
Partisipasi dalam 4th KOICA-ICAB Short-term Training Program juga menjadi bagian dari upaya USU membangun pendidikan tinggi yang kolaboratif dan berdampak terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.











