Berita UtamaHeadline

Satu Warga Aceh Tenggara Selamat dari Kapal Tenggelam

Avatar
×

Satu Warga Aceh Tenggara Selamat dari Kapal Tenggelam

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. [Foto: AI]

Byklik.com | Banda Aceh — Satu warga asal Kabupaten Aceh Tenggara dilaporkan selamat dalam insiden kapal tenggelam di perairan barat Pulau Pangkor, Negara Bagian Perak, Malaysia, yang terjadi pada 11 Mei 2026.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh, Siti Rolijah, mengatakan informasi tersebut diperoleh berdasarkan hasil koordinasi dengan perwakilan Republik Indonesia di Malaysia.

“Diinfokan bahwa satu orang warga Aceh Tenggara selamat saat insiden tersebut. Untuk jenis kelamin, nama, dan usia kami masih menunggu brafaks resmi dari KBRI Kuala Lumpur,” ujar Siti Rolijah, Senin, 18 Mei 2026.

Grafis dibuat dengan AI

Ia menjelaskan hingga kini belum seluruh jenazah korban berhasil diidentifikasi karena sebagian besar ditemukan tanpa identitas diri.

Baca Juga  Gayo Setie Masih Terisolasi, Warga Desak Pembukaan Akses

Meski demikian, BP3MI Aceh memastikan sejauh ini belum ada korban meninggal yang teridentifikasi berasal dari Aceh.

“Jenazah yang sudah teridentifikasi sampai saat ini tidak ada yang berasal dari wilayah Provinsi Aceh,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan seluruh korban dalam insiden kapal tenggelam tersebut telah ditemukan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan KBRI Kuala Lumpur terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia terkait proses identifikasi jenazah dan pendampingan korban selamat.

“KBRI Kuala Lumpur terus berkoordinasi erat dengan otoritas Malaysia terkait proses identifikasi jenazah dan pendampingan terhadap para korban selamat,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan data terbaru, total korban dalam insiden tersebut mencapai 39 orang. Sebanyak 23 warga negara Indonesia dinyatakan selamat, sementara 18 lainnya meninggal dunia.

Baca Juga  Kementerian Pulangkan Pekerja Migran Sakit dari Oman

Para korban selamat diketahui berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Aceh, Banten, Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Utara.

Operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan otoritas Malaysia pada Sabtu, 16 Mei 2026, setelah enam hari pencarian tidak menemukan korban tambahan.

Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Negeri Perak menduga para korban merupakan pendatang asing tanpa izin yang masuk melalui jalur laut. Seluruh jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak kepolisian Malaysia untuk proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut.