Berita UtamaHeadline

PPN XIV Sukses, Aceh Satukan Penyair dari 14 Negara

Raudhatul
×

PPN XIV Sukses, Aceh Satukan Penyair dari 14 Negara

Sebarkan artikel ini
Para seniman dan penyair menghidupkan panggung PPN XIV melalui pertunjukan sastra dan budaya, Sabtu, 27 Juni 2026 malam. [Foto: Raudhah/Byklik.com]

Byklik.com | Banda Aceh – Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV yang digelar di Aceh selama delapan hari dinilai berlangsung sukses sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem kesusastraan melalui kolaborasi antara komunitas sastra, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat. Kegiatan tersebut juga mempertemukan penyair dari berbagai daerah di Indonesia bersama peserta dari 14 negara.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Muhammad Irsan, mengatakan seluruh rangkaian PPN XIV yang berlangsung sejak Senin, 22 Juni 2026, hingga penutupan pada Sabtu, 27 Juni 2026, berjalan lancar berkat sinergi seluruh pihak yang terlibat.

“Alhamdulillah rangkaian kegiatan PPN ke-14 sejak 22 Juni hingga hari ini berlangsung dengan sangat lancar dan menurut saya sangat sukses. Ini tentu berkat kerja sama seluruh pihak, khususnya ketua panitia dan seluruh panitia yang telah menyukseskan kegiatan ini,” kata Irsan.

Menurutnya, penyelenggaraan PPN XIV tidak sekadar menjadi ajang pertemuan para penyair, tetapi juga memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem kesusastraan di Aceh maupun Indonesia. Selama pelaksanaan kegiatan, terjalin sinergi antara komunitas sastra, pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta sejumlah kementerian, di antaranya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan berbagai lembaga nasional.

Baca Juga  Polri, TNI, Warga Percepat Pemulihan Aceh Tengah

“Harapan kita, melalui kolaborasi dan sinergi ini, kegiatan-kegiatan kesusastraan akan terus membumi di Indonesia,” ujarnya.

Irsan menegaskan Balai Bahasa Provinsi Aceh sebagai perpanjangan tangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan terus mendukung berbagai program kebahasaan, kesusastraan, dan literasi di Aceh.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi atas semangat kita bersama untuk membangun ekosistem kesusastraan di Provinsi Aceh. Mudah-mudahan apa yang telah dibangun bersama ini dapat terus dipertahankan,” katanya.

Ia menambahkan, Balai Bahasa akan terus memfasilitasi berbagai kegiatan sesuai tugas dan fungsi lembaga, khususnya dalam pengembangan bahasa, sastra, dan literasi.

Sementara itu, Ketua Steering Committee PPN XIV, Syeh Mulyadi, mengatakan penyelenggaraan tahun ini menghadirkan konsep berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Selain menjadi forum sastra, kegiatan juga dirancang untuk memperkenalkan budaya, sejarah, dan potensi pariwisata Aceh kepada para peserta.

Baca Juga  Banjir Meluas di Aceh Besar, BPBD Gencarkan Evakuasi Warga

PPN XIV diselenggarakan di empat kabupaten/kota, yakni Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Tengah, dan Bireuen, dengan pusat kegiatan berada di Aceh Tengah. Para peserta dari berbagai provinsi di Indonesia serta 14 negara juga diajak mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

“PPN di Aceh berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya. Jika di daerah lain biasanya berlangsung dua hingga tiga hari, di Aceh pelaksanaannya hampir delapan hari penuh karena menggunakan empat lokasi yang berbeda,” ujar Syeh Mulyadi.

Menurutnya, konsep tersebut sengaja dirancang agar para penyair tidak hanya mengikuti forum kesusastraan, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan budaya Aceh.

“Ini menjadi kebahagiaan tersendiri karena seniman dan penyair bisa menyatu dengan masyarakat. Malam ini masyarakat juga akan menyaksikan penampilan para penyair profesional yang membacakan karya-karya mereka,” katanya.