Teknologi & Sains

Peneliti USU Sulap Limbah Plastik Jadi Material Ramah Lingkungan

Avatar
×

Peneliti USU Sulap Limbah Plastik Jadi Material Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. [Foto: USU]

Byklik.com | Medan – Tim peneliti Universitas Sumatera Utara (USU) mengembangkan material komposit ramah lingkungan berbahan polypropylene daur ulang dan serat sabut kelapa sebagai solusi pengurangan limbah plastik dan limbah pertanian di Indonesia.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Arif Nuryawan, Raja Biandi Damanik, Iwan Risnasari, Hardiansyah Tambunan, dan Himsar Ambarita dari USU, bekerja sama dengan Nanang Masuchin dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Byung-Dae Park dari Kyungpook National University.

Inovasi itu memanfaatkan limbah plastik polypropylene yang dipadukan dengan serat alami sabut kelapa untuk menghasilkan material komposit yang lebih ramah lingkungan dan berpotensi digunakan sebagai alternatif bahan konstruksi ringan maupun furnitur.

Tim peneliti menilai pendekatan tersebut menjadi solusi atas dua persoalan lingkungan sekaligus, yakni tingginya limbah plastik yang sulit terurai dan melimpahnya limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga  AI untuk Kesetaraan di Tempat Kerja di Indonesia, Mungkinkah?

“Komposit tidak hanya soal mencampur bahan, tetapi tentang menemukan proporsi yang tepat agar masing-masing komponen bisa bekerja secara optimal,” ujar Arif Nuryawan, seperti dikutip dari usu.ac.id, Jumat, 15 Mei 2026.

Dalam penelitian tersebut, tim mengeksplorasi berbagai komposisi polypropylene dan panjang serat sabut kelapa untuk menghasilkan karakteristik material yang paling stabil. Hasil pengujian menunjukkan komposit dengan kandungan plastik lebih tinggi memiliki struktur yang lebih kuat, sementara penggunaan serat terlalu panjang justru menurunkan kekuatan material.

Material yang dihasilkan telah memenuhi sejumlah standar industri particleboard, termasuk dari sisi densitas, kadar air, dan ketahanan terhadap perubahan bentuk. Standar tersebut selama ini digunakan dalam industri konstruksi ringan dan furnitur.

Penelitian itu juga membuka peluang pemanfaatan limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung pengurangan ketergantungan terhadap kayu yang kian tertekan akibat deforestasi.

Baca Juga  Gejolak Plastik Picu Kenaikan Harga Beras Gula

Selain memberi manfaat lingkungan, inovasi tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi karena bahan baku sabut kelapa tersedia melimpah di Indonesia, khususnya di daerah penghasil kelapa.

Tim peneliti menyebut material komposit berbasis limbah tersebut memiliki peluang dikembangkan dalam skala industri karena proses produksinya relatif sederhana dan bahan bakunya mudah diperoleh.

Kesadaran industri terhadap penggunaan material ramah lingkungan juga dinilai menjadi peluang besar bagi pengembangan produk komposit berbasis limbah di masa depan.

Melalui penelitian itu, para peneliti berharap limbah tidak lagi dipandang sebagai akhir dari siklus, melainkan sumber daya baru yang dapat diolah menjadi material bernilai guna dan berkelanjutan.