Byklik.com | Ottawa – Parlemen Kanada resmi mengaktifkan kembali Canada-Indonesia Parliamentary Friendship Group (CIPFG), menandai penguatan diplomasi parlemen antara Indonesia dan Kanada setelah sempat vakum sejak 2022.
Reaktivasi forum lintas partai ini menjadi langkah strategis menjaga kesinambungan hubungan legislatif kedua negara, sekaligus menyambut 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Kanada pada 2027.
Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab menegaskan, peran parlemen sangat penting dalam mendorong kerja sama bilateral yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan.
“Grup persahabatan parlemen penting bagi kerja sama kedua negara, dan pembentukan kemitraan yang bukan hanya kuat, tetapi juga berorientasi masa depan,” ujar Muhsin.
Sejak dibentuk pada 2009, CIPFG sempat tidak aktif hingga namanya hilang dari situs resmi Parlemen Kanada. Reaktivasi ini menjadi momentum baru untuk memperluas kolaborasi lintas sektor, termasuk ekonomi, pertahanan, politik, hingga hubungan antarmasyarakat.
Langkah ini juga tidak lepas dari peran aktif KBRI Ottawa yang intens menjalin komunikasi dengan anggota Parlemen dan Senat Kanada guna mendorong penguatan hubungan bilateral.
Para Ketua Bersama (Co-Chairs) CIPFG menilai Indonesia sebagai mitra strategis dan pemain kunci di kawasan Indo-Pasifik, sehingga kerja sama parlemen dinilai semakin relevan untuk diperkuat.
Salah satu isu krusial yang turut dibahas adalah perkembangan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Proses ratifikasi di Kanada disebut telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung pada Mei 2026.
Parlemen Kanada juga mendorong percepatan ratifikasi di Indonesia agar implementasi kerja sama ekonomi dapat segera berjalan.
KBRI Ottawa menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan CIPFG dalam mendorong dialog kebijakan, pertukaran kunjungan parlemen, serta penguatan kerja sama strategis kedua negara.
Pertemuan ditutup dalam suasana hangat melalui jamuan kuliner khas Indonesia, yang turut mempererat hubungan informal antaranggota parlemen kedua negara.











