Internasional

Drone Serat Optik Hizbullah Jadi Ancaman Baru Israel

Avatar
×

Drone Serat Optik Hizbullah Jadi Ancaman Baru Israel

Sebarkan artikel ini
Ilusrasi sebuah drone ikut serta dalam latihan militer. [Foto: Angkatan Darat Iran]

Byklik.com | Beirut – Penggunaan pesawat nirawak (UAV) berbiaya rendah berbasis serat optik oleh Hizbullah memunculkan tantangan baru bagi militer Israel dalam konflik di Lebanon.

Militer Israel mengonfirmasi, dalam kurang dari sepekan, dua tentara dan satu kontraktor sipil tewas akibat serangan drone bermuatan bahan peledak, sementara sejumlah lainnya mengalami luka.

Peneliti senior Institut Studi Keamanan Nasional Israel (INSS), Orna Mizrahi, menyebut UAV tersebut kecil, murah, dan mudah diakses.

“Perangkat ini seperti mainan anak-anak, tetapi mematikan. Militer belum sepenuhnya siap menghadapinya,” ujarnya.

Baca Juga  Daftar Kandidat Ketua Komisi Antikorupsi Malaysia Diserahkan ke Raja

Berbeda dengan drone konvensional yang mengandalkan GPS atau sinyal radio, UAV ini dikendalikan melalui kabel serat optik sepanjang puluhan kilometer, sehingga tidak dapat dideteksi atau diganggu melalui sistem peperangan elektronik.

Ahli INSS, Arie Aviram, mengatakan kondisi ini memaksa militer Israel mengandalkan radar dan pengamatan visual yang memiliki keterbatasan waktu respons.

Konflik antara Israel dan Hizbullah kembali memanas sejak awal Maret 2026, meski kedua pihak telah menandatangani gencatan senjata pada April.

Baca Juga  Drone Ukraina Hancurkan Pesawat Pengebom Rusia

Analis menilai penggunaan UAV serat optik menjadi bagian dari strategi perang asimetris Hizbullah, menggantikan sebagian serangan rudal.

Biaya produksi drone ini relatif murah, berkisar ratusan hingga 4.000 dolar AS, dengan komponen yang mudah diperoleh secara daring.

Israel kini mempertimbangkan penggunaan sistem laser seperti Iron Beam sebagai solusi jangka panjang, meski teknologi tersebut belum diterapkan secara luas.

Kementerian Pertahanan Israel juga telah membuka permintaan proposal untuk mencari metode efektif menghadapi ancaman drone jenis ini.