Byklik.com | Idi Rayeuk – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menghadiri kegiatan silaturahmi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Aceh Timur tahun 2026 yang dirangkai dengan seminar dan santunan anak yatim. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula MAN Insan Cendekia, Rabu, 30 April 2026.
Dalam sambutannya, Al-Farlaky menekankan pentingnya transformasi peran guru di tengah perkembangan era digital. Ia menyatakan bahwa guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga harus adaptif terhadap kemajuan teknologi serta mampu menciptakan proses pembelajaran yang menarik dan efektif.
Menurutnya, proses pembelajaran yang baik tidak bersifat satu arah. Interaksi antara guru dan siswa menjadi kunci agar materi dapat dipahami secara optimal.
“Pembelajaran yang efektif bukan komunikasi satu arah. Ruang kelas harus hidup dengan interaksi agar siswa benar-benar memahami materi yang disampaikan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang guru tidak diukur dari banyaknya materi yang disampaikan, melainkan dari tingkat pemahaman siswa terhadap pelajaran.
“Keberhasilan pendidik terletak pada sejauh mana siswa memahami materi, bukan pada seberapa banyak guru berbicara di depan kelas,” tambahnya.

Al-Farlaky juga mengapresiasi tingginya partisipasi guru dalam kegiatan tersebut. Dari sekitar 800 guru yang terdata, lebih dari 600 orang hadir mengikuti seminar.
Menurutnya, kegiatan seminar menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru, mengingat dunia pendidikan terus berkembang seiring perubahan zaman.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Ia menyebutkan tiga aspek utama yang perlu ditanamkan kepada peserta didik, yakni akhlak dan moral, kompetensi, serta literasi.
“Tiga hal ini penting untuk menciptakan generasi yang unggul dan berkarakter di masa depan,” katanya.
Di akhir sambutannya, Al-Farlaky mengajak para pendidik untuk tidak terjebak pada romantisme masa lalu, melainkan fokus menghadapi tantangan masa depan.
“Saya berharap para pendidik terus meningkatkan kualitas pendidikan saat ini demi melahirkan generasi unggul dari Aceh Timur,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.***











