Internasional

Menlu Iran ke Pakistan, Harga Minyak Dunia Turun

Avatar
×

Menlu Iran ke Pakistan, Harga Minyak Dunia Turun

Sebarkan artikel ini
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. [Foto: Congluan]

Byklik.com | Islamabad – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan tiba di Pakistan untuk membuka jalur pembicaraan dengan Amerika Serikat, di tengah upaya meredakan ketegangan geopolitik yang berdampak langsung pada pasar energi global, Jumat, 24 April 2026.

Kunjungan ini berlangsung saat Pakistan mendorong dimulainya kembali dialog antara Washington dan Teheran, termasuk potensi pembahasan gencatan senjata yang lebih luas. Sumber pemerintah Pakistan menyebut Araghchi diperkirakan tiba di Islamabad pada malam hari dan pembicaraan dapat segera dimulai.

Langkah diplomatik ini juga menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Araghchi ke sejumlah negara, termasuk Oman dan Rusia, guna memperkuat komunikasi dan negosiasi di tengah situasi yang semakin kompleks.

Baca Juga  Prabowo: Indonesia Siap Hadapi Krisis Energi Global

Dinamika tersebut langsung tercermin pada pasar minyak dunia. Pada perdagangan pagi 24 April, harga minyak mentah global mengalami penurunan. Minyak Brent turun 0,42 persen menjadi 104,63 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 1,15 persen ke level 94,75 dolar AS per barel.

Penurunan harga ini dipicu ekspektasi pasar terhadap potensi meredanya ketegangan jika jalur diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat kembali terbuka.

Di sisi lain, perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah juga menunjukkan sinyal deeskalasi. Presiden AS Donald Trump mengumumkan Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu, menyusul pertemuan di Gedung Putih.

Baca Juga  Intelijen AS: Pemerintahan Iran Tetap Stabil Meski Digempur Serangan

Perpanjangan ini melanjutkan kesepakatan awal yang berlaku sejak 17 April dan semula dijadwalkan berakhir pada 27 April. Langkah tersebut disebut memberi ruang lebih luas bagi upaya diplomatik, termasuk dukungan Washington terhadap penguatan pertahanan Lebanon.

Meski secara formal gencatan senjata antara AS dan Iran masih berlaku, ketegangan di lapangan belum sepenuhnya mereda. Blokade angkatan laut, khususnya di Selat Hormuz, masih menjadi titik krusial yang mencerminkan tekanan ekonomi dan strategi negosiasi kedua pihak.

Kondisi ini menunjukkan bahwa arah hubungan AS-Iran masih berada di persimpangan, dengan diplomasi dan tekanan ekonomi berjalan beriringan dalam menentukan stabilitas kawasan dan pasar global.