Pendidikan & Karier

Sambut HKBN 2026, USK Latih Evakuasi Mandiri Siswa di Banda Aceh

×

Sambut HKBN 2026, USK Latih Evakuasi Mandiri Siswa di Banda Aceh

Sebarkan artikel ini
Peserta pelatihan

Byklik.com | Banda Aceh—Universitas Syiah Kuala (USK) melalui kolaborasi Program Doktor dan Magister Ilmu Kebencanaan menggelar edukasi kebencanaan dan simulasi evakuasi mandiri bagi siswa SMA Muhammadiyah 1 Banda Aceh dalam rangka menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2026.

Ketua panitia, Salwa Fitria Ibrahim, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami, melalui pendekatan yang memadukan teori dan praktik langsung di lapangan.

Sebanyak 28 siswa mengikuti rangkaian kegiatan berupa penyampaian materi, pengenalan jalur evakuasi, hingga simulasi evakuasi mandiri secara interaktif pada Selasa, 22 April 2026. Untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, panitia juga memberikan prates sebelum kegiatan dan pascates setelah kegiatan, sehingga perubahan pengetahuan siswa dapat dievaluasi secara terukur.

Salwa yang tercatat sebagai mahasiswa Teknik Sipil USK sekaligus Fasilitator Tangguh Bencana FASTANA-TDMRC USK, juga mengatakan bahwa kegiatan ini bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia sekolah.

“Edukasi kebencanaan perlu dilakukan secara konsisten agar kesiapsiagaan menjadi kebiasaan, bukan hanya pengetahuan,” ujarnya kepada byklik, Kamis, 23 April 2026.

Materi kebencanaan disampaikan oleh Indah Nasytha dari Teknik Geofisika USK dan Bintang Haris Boenien dari Teknik Sipil USK. Keduanya menekankan pentingnya latihan berkala agar siswa memiliki respons refleks saat menghadapi situasi darurat.

Baca Juga  Daycare Lansia Seudati Jadi Pilot Program Nasional ‘Aisyiyah

“Simulasi ini penting agar siswa tidak panik dan sudah terbiasa mengambil langkah yang benar ketika gempa atau bencana terjadi,” ujar Indah.

Edukasi Praktis: Apa yang Dilakukan Saat Gempa dan Tsunami
Dalam sesi edukasi, siswa dibekali langkah-langkah dasar penyelamatan diri. Saat gempa terjadi, siswa diajarkan untuk tetap tenang dan melakukan drop, cover, and hold on dengan berlindung di bawah meja atau benda kokoh hingga guncangan berhenti. Setelah itu, segera keluar menuju area terbuka melalui jalur evakuasi yang aman.

Siswa juga dikenalkan tanda-tanda potensi tsunami, seperti gempa kuat lebih dari 20 detik, air laut surut secara tiba-tiba, atau terdengar suara gemuruh dari arah laut. Dalam kondisi tersebut, evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi harus segera dilakukan tanpa menunggu peringatan resmi.

Antusiasme siswa terlihat saat simulasi berlangsung. Mereka mengikuti arahan dengan tertib, mulai dari proses evakuasi di dalam kelas hingga menuju titik kumpul yang telah ditentukan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian HKBN 2026 yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Program Doktor Ilmu Kebencanaan USK, Magister Ilmu Kebencanaan USK, TDMRC USK, FASTANA-TDMRC USK, Hibeuna-MIK, Alumni Student Exchange USK–KMITL, serta BPBD Kota Banda Aceh.

Baca Juga  ‘Aisyiyah Aceh Gelar ToT Mubalighat dan Konselor Keluarga Sakinah

Kepala Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan USK, Dr. Ir. Yunita Idris, ST, M.Eng.Structure., IPM, menegaskan pentingnya penguatan edukasi kebencanaan berbasis praktik.

“Kesiapsiagaan tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus dilatih secara berulang. Sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan kemampuan tersebut sejak dini,” ujarnya.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Banda Aceh, Iin Muhaira, menambahkan bahwa penguatan sistem mitigasi, termasuk pemanfaatan early warning system (EWS), perlu diiringi dengan kesiapan masyarakat dalam merespons informasi yang diterima.

“EWS akan efektif jika masyarakat memahami apa yang harus dilakukan setelah menerima peringatan. Edukasi seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Muhammadiyah 1 Banda Aceh, Zul Hilmi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa kami dalam menghadapi potensi bencana,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, USK berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya sadar risiko bencana, tetapi juga memiliki kemampuan praktis untuk menyelamatkan diri dan membantu lingkungan sekitarnya saat situasi darurat terjadi.[]