Berita Utama

Mentan Amran Dinobatkan Pemimpin Terpopuler 2026

Bambang Iskandar Martin
×

Mentan Amran Dinobatkan Pemimpin Terpopuler 2026

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menerima penghargaan Most Popular Leader Awards 2026 dari The Iconomics dalam rangkaian CEO Forum & Indonesia Best CEO Awards 2026 yang digelar di Gedung Sapta Pesona, Kamis, 23 April 2026. (Foto: Kementan)

Byklik.com | Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menerima penghargaan Most Popular Leader Awards 2026 dari The Iconomics dalam rangkaian CEO Forum & Indonesia Best CEO Awards 2026 yang digelar di Gedung Sapta Pesona, Kamis, 23 April 2026.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan, dedikasi, serta kontribusi Mentan Amran dalam memperkuat sektor pertanian nasional di tengah tantangan krisis global.

Founder & CEO The Iconomics, Bram S. Putro, menyampaikan bahwa kepemimpinan yang tangguh menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari dinamika geopolitik, tekanan energi, hingga gangguan rantai pasok yang berdampak pada biaya produksi dan distribusi.

“Kondisi ekonomi Indonesia saat ini menuntut pemimpin untuk tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada ketahanan, relevansi pasar, dan keberlanjutan,” ujar Bram.

Ia menambahkan, penghargaan tersebut diberikan kepada para pemimpin yang dinilai mampu mengambil keputusan strategis secara berani, namun tetap terukur, serta adaptif dalam menghadapi ketidakpastian global.

Baca Juga  Jembatan Bailey Desa Bluka Teubai Hampir Rampung

Sementara itu, Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian, khususnya para petani Indonesia.

“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh petani Indonesia dan jajaran Kementerian Pertanian yang terus bekerja menjaga pangan kita tetap aman. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kita harus bergerak cepat, tepat, dan berbasis data,” ujar Amran.

Ia menegaskan, sektor pertanian harus mampu menghadirkan solusi konkret di lapangan, termasuk memastikan ketersediaan air, benih, pupuk, serta kepastian penyerapan hasil panen.

Di bawah kepemimpinan Mentan Amran, Kementerian Pertanian terus memperkuat langkah strategis dalam menghadapi disrupsi global. Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan tanam di berbagai daerah, optimalisasi lahan, penguatan sistem pompanisasi untuk mengantisipasi kekeringan, serta kebijakan penurunan harga pupuk subsidi hingga 20 persen.

Selain itu, pemerintah juga mendorong modernisasi pertanian melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), digitalisasi data pertanian, serta penguatan sistem peringatan dini (early warning system) guna menjaga stabilitas produksi pangan nasional.

Baca Juga  Kejagung Selamatkan Rp11,42 Triliun dan Hutan Nasional

Pada sisi hilir, penguatan cadangan pangan nasional dan kelancaran distribusi terus dilakukan untuk menekan gejolak harga akibat gangguan rantai pasok global, disertai kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, BUMN pangan, dan pelaku usaha.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, Kementerian Pertanian mencatat capaian swasembada pangan dalam waktu satu tahun pada 2025, serta penguatan cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 5.000.198 ton per 23 April 2026.

Kinerja sektor pertanian juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian pada 2025 mencapai 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 125,35, tertinggi dalam 34 tahun terakhir, yang mencerminkan peningkatan kesejahteraan petani.

Pemerintah optimistis sektor pertanian akan terus menjadi penopang utama ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global yang terus berkembang.***