Ekonomi & Bisnis

Banda Aceh Gandeng ILO Wujudkan Kota Parfum Berbasis Nilam

Avatar
×

Banda Aceh Gandeng ILO Wujudkan Kota Parfum Berbasis Nilam

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama Direktur ILO Indonesia dan Timor Leste, Simrin C. Singh tandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan International Labour Organization (ILO) untuk mengembangkan Banda Aceh sebagai Kota Parfum berbasis komoditas nilam, di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Kamis, 23 April 2026. [Foto: Prokopim Banda Aceh]

Byklik.com | Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan International Labour Organization (ILO) untuk mengembangkan Banda Aceh sebagai “Kota Parfum” berbasis komoditas nilam.

Penandatanganan dilakukan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama Direktur ILO Indonesia dan Timor Leste Simrin C. Singh di Pendopo Wali Kota Bnada Aceh, Kamis, 23 April 2026.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO) Kedutaan Swiss di Indonesia yang dipimpin Violette Rupanner.

Illiza menyebut kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi ekonomi daerah berbasis potensi unggulan.

Baca Juga  Saham FREN Delisting, Investor Kehilangan 63 Persen

“Banda Aceh memiliki kekuatan besar pada sektor nilam. Kami tidak ingin hanya menjual bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk parfum bernilai tinggi dan berdaya saing global,” ujar Illiza.

Direktur ILO Indonesia Simrin C. Singh menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pengembangan ekosistem industri parfum di Banda Aceh, mulai dari peningkatan keterampilan tenaga kerja hingga penciptaan lapangan kerja berkelanjutan.

“Program ini bukan hanya soal industri, tetapi juga menciptakan pekerjaan layak, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Kolaborasi ini juga mendapat dukungan SECO sebagai mitra pembangunan internasional yang berfokus pada penguatan rantai nilai ekonomi lokal agar mampu menembus pasar global.

Baca Juga  Pemko Banda Aceh Gelar Maulid Raya dan Festival Gayain 2025

Sejumlah program disiapkan dalam kerja sama tersebut, antara lain pelatihan peracikan parfum bagi pelaku usaha lokal, penguatan kapasitas UMKM, akses pembiayaan, serta pengembangan industri parfum dari hulu hingga hilir.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Tenaga Kerja langsung membuka pelatihan bagi pelaku industri parfum usai penandatanganan MoU.

Pemerintah Kota Banda Aceh optimistis kolaborasi ini dapat mempercepat terwujudnya identitas kota sebagai pusat industri parfum nasional, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat secara berkelanjutan.