Headline

Dari Duka ke Daya, Perempuan Kepala Keluarga Bangkit Mandiri

Bambang Iskandar Martin
×

Dari Duka ke Daya, Perempuan Kepala Keluarga Bangkit Mandiri

Sebarkan artikel ini
Nurhasanah bersama belasan perempuan kepala rumah tangga lainnya mengikuti pelatihan dan pendampingan perawatan Kakao dari PHE NSO. Saat ini, program yang kerap disebut Inong Balee sudah merestorasi empat hektar lahan kritis perkebunan kakao. (Ist)

Byklik.com | Lhokseumawe – Perempuan yang menjadi kepala keluarga kian menunjukkan ketangguhannya di tengah tuntutan hidup. Stigma yang selama ini menempatkan perempuan sebatas pengurus rumah tangga perlahan memudar. Karena itu, upaya pemberdayaan perempuan kepala keluarga dinilai perlu berjalan seiring dengan program pengentasan kemiskinan.

Di Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Nurhasanah menjalani keseharian sebagai petani kakao. Perempuan lanjut usia tersebut bekerja sejak pagi hingga petang, menyusuri jalan setapak untuk mencapai kebunnya.

Ia mengungkapkan, beberapa tahun lalu dirinya bersama kelompok tani belum memahami teknik budidaya kakao yang baik. Kondisi tersebut menyebabkan hasil panen tidak menentu dan kualitasnya rendah.

“Dulu kami belum tahu cara menanam yang benar. Hasil panen tidak menentu dan tidak berkualitas baik,” ujarnya.

Nurhasanah merupakan satu dari 19 perempuan penerima manfaat Program Kelompok Tani Kepala Rumah Tangga yang digagas Pertamina Hulu Energi North Sumatera Offshore (PHE NSO) . Melalui kelompok bernama Inong Balee, para perempuan mendapatkan pelatihan teknik budidaya serta peremajaan tanaman kakao.

Sebelum adanya program tersebut, produksi kakao terus menurun karena banyak tanaman telah melewati usia produktif. Selain itu, petani juga belum memahami pentingnya menjaga kualitas hasil panen.

Baca Juga  PGE Turun Langsung Layani Kesehatan Korban Banjir Langkahan

“Dulu kami panen langsung dijual tanpa mengetahui standar kualitas,” katanya.

Dalam perjalanan hidupnya, Nurhasanah harus menghadapi kenyataan pahit setelah suaminya meninggal dunia akibat konflik bersenjata di desanya. Saat itu, anaknya masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia pun bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

“Saya pernah menjadi buruh tani, bahkan memanggul batu ke truk di Sungai Krueng Kereuto agar anak tetap bisa makan,” ujarnya.

Kini, ia merasakan manfaat dari program pemberdayaan tersebut. Melalui pelatihan praktik pertanian kakao yang baik, hasil panen meningkat signifikan. Program Inong Balee juga berhasil merestorasi sekitar empat hektare lahan kritis, menanam 600 bibit baru, serta meremajakan lebih dari 1.700 pohon kakao.

Produktivitas meningkat dari sebelumnya sekitar satu kilogram per pohon menjadi tiga hingga lima kilogram per pohon.

Kisah serupa datang dari Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Sabariah bersama kelompok UMKM Kuliner Maju Bersama mengembangkan inovasi olahan ikan baronang.

Baca Juga  PHE NSO Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Ikan yang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak kini diolah menjadi camilan bergizi serta makanan tambahan bagi balita. Program tersebut mendapat dukungan dari PT Pertamina EP Pangkalan Susu Field.

“Program ini membantu kami sebagai ibu rumah tangga untuk memiliki penghasilan sekaligus keterampilan baru,” kata Sabariah.

Menurutnya, produk olahan ikan tersebut tidak hanya meningkatkan ekonomi keluarga, tetapi juga berkontribusi dalam menekan risiko stunting. Saat ini, kelompoknya mampu meraih pendapatan hingga Rp6 juta per bulan, dengan penjualan sekitar 400 kemasan camilan seharga Rp15 ribu per unit.

Sementara itu, Manager Community Involvement and Development (CID) Pertamina Hulu Rokan, Iwan Ridwan Faizal, menyatakan bahwa program pemberdayaan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

“Program ini dirancang berdasarkan pertimbangan sosial dan ekonomi, sehingga mampu meningkatkan kapasitas serta kemandirian masyarakat,” ujarnya, Kamis, 23 April 2026.

Ia berharap, peningkatan ekonomi masyarakat melalui program tersebut dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.***