Internasional

Angka Kelahiran AS Turun ke Level Terendah

Avatar
×

Angka Kelahiran AS Turun ke Level Terendah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: [Foto: Unsplash]

Byklik.com | Washington – Penurunan angka kelahiran di Amerika Serikat kembali menjadi sorotan. Pada 2025, jumlah kelahiran diperkirakan hanya mencapai sekitar 3,6 juta, atau setara dengan 53 kelahiran per 1.000 perempuan usia reproduktif.

Angka ini turun sekitar 1 persen dibandingkan 2024, bahkan hampir 20 persen lebih rendah dibandingkan dua dekade lalu, menurut data awal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Para ahli menilai tren ini bukan sekadar perubahan demografi, tetapi berpotensi membawa dampak ekonomi jangka panjang yang serius.

“Alih-alih hanya melihat statistik, kita membutuhkan pendekatan yang berpusat pada manusia. Keputusan untuk memiliki anak bergantung pada banyak faktor individu dan sosial,” kata Dr. Alison Gemmill, profesor madya epidemiologi di University of California, Los Angeles.

Baca Juga  Puan Desak Pertanggungjawaban Internasional atas Gugurnya Prajurit TNI

Saat ini, perempuan di AS cenderung memiliki anak pada usia yang lebih matang. Dalam periode 2024–2025, angka kelahiran memang diperkirakan sedikit meningkat pada kelompok usia di atas 30 tahun. Namun, kenaikan tersebut belum mampu menutup penurunan tajam pada kelompok usia di bawah 30 tahun.

Gemmill menyebut fenomena ini sebagai “pergeseran sosial yang besar”, seiring meningkatnya kontrol perempuan terhadap keputusan reproduksi, termasuk dalam menentukan waktu menikah dan memiliki anak. Tren pernikahan yang semakin lambat dan semakin jarang juga turut memengaruhi.

Sementara itu, faktor pasangan hidup masih menjadi kendala utama. Dr. Sigal Klipstein, ahli endokrinologi reproduksi di Chicago, mengatakan banyak perempuan menunda kehamilan karena belum menemukan pasangan yang tepat.

Baca Juga  Pertemuan Wali Nanggroe dan Konjen Singapura Dorong Kerja Sama Konkret

“Mereka ingin memiliki anak ketika kondisi keluarga stabil dan finansial mapan. Mereka memilih menunggu daripada mengambil risiko,” ujarnya.

Selain itu, kekhawatiran terkait kesehatan juga membuat banyak pasangan lebih berhati-hati dalam merencanakan kehamilan.

Dari sisi ekonomi, dampak penurunan angka kelahiran diperkirakan akan terasa dalam jangka panjang. Ekonom Pantheon Macroeconomics, Samuel Tombs, menilai berkurangnya populasi usia muda akan menekan pertumbuhan angkatan kerja serta membebani sistem Jaminan Sosial.

Ia memperkirakan tren ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi AS dari sekitar 2,5 persen menjadi di bawah 2 persen. Meski populasi masih bertambah berkat imigrasi, laju pertumbuhan secara keseluruhan terus melambat.