Berita UtamaHeadline

Gempa 7,6 Guncang Sulut, Satu Warga Tewas

Avatar
×

Gempa 7,6 Guncang Sulut, Satu Warga Tewas

Sebarkan artikel ini
Evakuasi korban gempa Sulut. [Foto: Tangkapan Layar Youtube Bidhumas Polda Sulut]

Byklik.com | Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis, 2 April 2026, menyebabkan satu warga meninggal dunia serta memicu kerusakan infrastruktur dan tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir.

Korban ditemukan tidak bernyawa di antara reruntuhan Gedung KONI di lapangan olahraga Sario, Kota Manado, dan telah dievakuasi oleh tim gabungan bersama warga.

Berdasarkan laporan kaji cepat hingga pukul 08.00 WIB, kerusakan juga terjadi di wilayah lain, di antaranya satu unit tempat ibadah di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan.

Guncangan gempa dirasakan sangat kuat di Kota Bitung dan Ternate selama 10 hingga 20 detik, memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Baca Juga  Via Darat Sulit, Bantuan Warga Aceh Tengah Diangkut Heli

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait saat ini terus melakukan asesmen, monitoring, serta koordinasi penanganan darurat di lokasi terdampak.

Gempa tersebut juga memicu tsunami dengan ketinggian bervariasi di sejumlah wilayah. Di Halmahera Barat tercatat setinggi 0,3 meter, Bitung 0,2 meter, Sidangoli 0,35 meter, Minahasa Utara 0,75 meter, dan Belang 0,68 meter.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa gelombang pertama bukan selalu yang terbesar, sehingga masyarakat di wilayah pesisir diminta tetap waspada dan menjauhi area berisiko.

Baca Juga  Penanganan Bencana Dinilai Lamban, DPR Soroti BNPB

Hingga pukul 06.50 WIB, BMKG mencatat sedikitnya 11 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 5,5. Dua gempa susulan signifikan terjadi pada pukul 06.07 WIB dan 06.12 WIB, namun tidak berpotensi tsunami.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun siaga, menjauhi pantai dan muara sungai, serta segera melakukan evakuasi ke tempat lebih tinggi jika merasakan gempa kuat.

Selain itu, masyarakat juga diminta membantu kelompok rentan, menghindari bangunan yang rusak, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Pendataan dampak gempa masih terus dilakukan dan pemerintah memastikan informasi akan diperbarui secara berkala seiring perkembangan di lapangan.