Berita Utama

Wali Nanggroe Pimpin Rapat Kesiapan Idulfitri

Bambang Iskandar Martin
×

Wali Nanggroe Pimpin Rapat Kesiapan Idulfitri

Sebarkan artikel ini
Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar mendengarkan paparan Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah terkait persiapan Idulfitri yang berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, Jumat sore, 13 Maret 2026. (Ist)

Byklik.com | Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, memimpin Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, Jumat sore, 13 Maret 2026.

Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, menyebutkan rapat strategis ini digelar untuk memastikan kesiapan Aceh menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi sekaligus memperkuat sinergi pimpinan daerah dalam menjaga stabilitas keamanan, ekonomi, sosial, dan kelancaran pelayanan publik selama Ramadan hingga Idulfitri.

Dalam arahannya, Wali Nanggroe menekankan perhatian terhadap masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Aceh.

“Masih banyak saudara-saudara kita yang tinggal di tenda pengungsian. Kita harus perhatikan mereka, apalagi menjelang Hari Raya. Selain itu, harga barang di pasar dan BBM harus dipantau agar tetap stabil. Saya siap dilibatkan untuk membantu menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa persatuan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab moral para pemimpin merupakan fondasi utama menjaga stabilitas dan masa depan Aceh. Wali Nanggroe menegaskan Forkopimda bukan sekadar forum koordinasi administratif, melainkan ruang strategis untuk memastikan masyarakat merasakan keamanan dan kesejahteraan selama Ramadan dan Idulfitri.

Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, menyampaikan Polda Aceh akan menggelar Operasi Ketupat Seulawah 2026 untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran.

Baca Juga  Diundang ke Eastern Economic Forum Rusia, Wali Nanggroe Paparkan Peluang Investasi di Aceh

“Kondisi keamanan, ketersediaan bahan pokok, dan situasi lalu lintas masih stabil. Kami menurunkan 3.282 personel, mendirikan 34 Pos Pengamanan, 24 Pos Pelayanan, dan 4 Pos Terpadu. Masyarakat diimbau mengatur waktu perjalanan, terutama di jembatan darurat, karena masa libur panjang hingga 18 hari,” kata Kapolda Aceh.

Operasi Ketupat Seulawah berlangsung 13–25 Maret 2026, dilanjutkan pemeliharaan keamanan hingga 29 Maret 2026. Pos-pos pengamanan ditempatkan di terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, rumah ibadah, dan kawasan wisata agar arus mudik dan balik aman, tertib, dan lancar.

Forkopimda juga menegaskan komitmen memperkuat koordinasi lintas sektor, menjaga kelancaran distribusi energi dan logistik, stabilitas harga bahan pokok, serta memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran menjelang Idulfitri.

Dari sektor energi, Misbah Bukhori melaporkan distribusi BBM dan LPG di Aceh aman dan terkendali. Pertamina menyiapkan armada tambahan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama Ramadan dan Idulfitri, termasuk wilayah rawan gangguan akibat geografis maupun bencana.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh yang diwakili Ridhwan, Kepala Bidang Pengembangan Industri Agro dan Manufaktur, memastikan stok beras, minyak goreng, dan gula mencukupi. Operasi pasar murah digelar di 23 kabupaten/kota untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Baca Juga  Kapolres Lhokseumawe Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Cepat

Di bidang sosial, Budi Afrizal menyampaikan realisasi program bantuan sosial telah mencapai lebih dari 95 persen dari target, meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, bantuan usaha ekonomi produktif, serta bantuan penyandang disabilitas. Ia menekankan verifikasi data agar bantuan tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal.

Rapat juga membahas langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana alam, khususnya peningkatan curah hujan yang berpotensi memicu banjir pertengahan Maret.

Turut hadir unsur pimpinan daerah dan instansi strategis, antara lain Pangdam Iskandar Muda diwakili Kolonel Inf Bayu Jagat, Kajati Aceh diwakili Asisten Intelijen Heru Anggoro, Wakapolda Aceh Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo, Sekretaris Kabinda Aceh Wahyu M. Waly Putra, serta unsur terkait lainnya. Wali Nanggroe didampingi Staf Khusus Mohammad Raviq, Tuha Peut Drs. Sulaiman Anda, dan Katibul Wali Abdullah Hasaballah.

Rapat ditutup resmi oleh Wali Nanggroe dengan harapan seluruh keputusan menjadi bagian dari ikhtiar bersama menghadirkan ketenteraman dan keberkahan bagi masyarakat Aceh. Kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan buka puasa bersama di Meuligoe Wali Nanggroe.***