Nasional

Gerai Z-Ifthar Ramadan Dorong Ekonomi Mustahik Berbasis Masjid

Avatar
×

Gerai Z-Ifthar Ramadan Dorong Ekonomi Mustahik Berbasis Masjid

Sebarkan artikel ini
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Gerai Z (Zakat)-Ifthar Ramadan. [Foto: Kemenag]

Byklik.com | Yogyakarta Kementerian Agama bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Gerai Z (Zakat)-Ifthar Ramadan sebagai sarana pemasaran produk pelaku usaha mikro di lingkungan masjid sekaligus menyediakan layanan berbuka puasa bagi masyarakat selama Ramadan 1447 Hijriah.

Program tersebut menjadi bagian dari implementasi Baznas Microfinance Masjid (BMM) – Masjid Berdaya Berdampak (MADADA) yang bertujuan memperkuat pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, mengatakan Gerai Z-Ifthar merupakan contoh pengelolaan zakat secara produktif yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Program ini menunjukkan bahwa zakat tidak hanya hadir sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Arsad usai Talkshow Tadarus Mikro Gerai Z-Ifthar di Yogyakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menjelaskan, melalui program ini sekitar 900 pelaku usaha mikro mustahik difasilitasi modal usaha serta ruang pemasaran di 30 masjid yang tersebar di berbagai daerah.

Baca Juga  Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan 1447 H

Menurut Arsad, masjid memiliki potensi besar sebagai pusat penguatan ekonomi berbasis komunitas. Kolaborasi antara zakat, masjid, dan masyarakat dinilai dapat membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Masjid harus kita dorong menjadi pusat kemaslahatan umat. Dari masjid kita bangun ruang ibadah, ruang edukasi, sekaligus ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

Selain mendukung aktivitas ekonomi, Arsad juga mengingatkan pentingnya menjaga etika bermedia selama Ramadan.

“Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan dan jempol dari hoaks. Spirit Ramadan harus menghadirkan kedamaian dan memperkuat persaudaraan,” pesannya.

Sementara itu, Kasubdit Kemasjidan Kementerian Agama, Nurul Badruttamam, menjelaskan Gerai Z-Ifthar dirancang sebagai ruang kolaborasi antara masjid, pengelola zakat, dan masyarakat.

“Gerai Z-Ifthar bukan sekadar bazar Ramadan. Program ini menghadirkan ekosistem ekonomi yang melibatkan jemaah, masyarakat sekitar, dan pelaku usaha kecil,” ujarnya.

Baca Juga  Kemenhut Kerahkan Puluhan Alat Berat Bersihkan Material Kayu

Nurul menambahkan, setiap lokasi Gerai Z-Ifthar melibatkan sekitar 30 pelaku usaha mikro yang mendapatkan bantuan modal usaha serta fasilitas pemasaran seperti tenda, meja, dan atribut gerai selama Ramadan.

“Dengan dukungan tersebut, pelaku usaha memiliki ruang pemasaran yang lebih layak dan strategis sehingga terjadi perputaran ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Ia menyebutkan, rangkaian kegiatan juga dilengkapi talkshow Tadarus Mikro yang diselenggarakan di sejumlah daerah, antara lain Tangerang Selatan, Depok, Bandung Barat, Subang, Yogyakarta, Semarang, Sawahlunto, Lima Puluh Kota, Mojokerto, dan Kebumen.

Menurut Nurul, pemberdayaan ekonomi berbasis masjid merupakan upaya mengintegrasikan fungsi sosial, ekonomi, dan keagamaan dalam satu ekosistem.

“Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga motor penguatan ekonomi lokal. Melalui Gerai Z-Ifthar, zakat hadir lebih dekat dengan kehidupan masyarakat,” tandasnya.