Byklik.com | Surabaya – Sebanyak 15 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jawa Timur memperkuat sinergi riset melalui sosialisasi panduan kolaborasi skema JATIM MELAJU 2026 yang digelar di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat ITS, Jumat, 27 Februari 2026. Program ini ditargetkan mampu menjawab ratusan persoalan strategis pembangunan di Jawa Timur berbasis inovasi dan riset terapan.
Kegiatan yang diinisiasi Forum Paguyuban Rektor Jawa Timur tersebut memaparkan secara rinci mekanisme pengusulan proposal, skema pendanaan, sistem evaluasi, hingga strategi hilirisasi hasil riset agar berdampak langsung bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menegaskan, kolaborasi lintas kampus menjadi kunci dalam menjawab persoalan pembangunan yang semakin kompleks. Menurutnya, potensi akademik yang tersebar di berbagai PTN harus disinergikan agar menghasilkan solusi komprehensif dan terukur.
“Kolaborasi ini tidak boleh berhenti pada tataran wacana. Harus menghasilkan solusi konkret yang dapat dirasakan masyarakat dan mendukung kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya dalam sambutan.
Perwakilan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Jawa Timur (BRIDA) Jawa Timur, Dr Andriyanto SH MKes, mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi saat ini menghadapi lebih dari 600 isu strategis berdasarkan daftar inventarisasi masalah perangkat daerah. Karena itu, riset perguruan tinggi dituntut benar-benar aplikatif.
“Hasil riset bukan gimik akademik. Harus mampu menjawab persoalan nyata dan menjadi dasar pengambilan kebijakan berbasis bukti,” tegasnya.
Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS Fadlilatul Taufany ST PhD memaparkan bahwa skema JATIM MELAJU mengedepankan kemitraan pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), masyarakat, serta media.
Menurutnya, pendekatan tersebut dirancang agar hasil riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah, melainkan dapat dihilirisasi menjadi inovasi yang memberi dampak ekonomi dan sosial secara luas.
Adapun fokus kajian dalam program JATIM MELAJU mencakup isu prioritas seperti kemiskinan, ketahanan pangan, pelayanan dasar, energi baru terbarukan, hingga penguatan daya saing ekonomi daerah.
Program ini juga selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin Tanpa Kemiskinan, Tanpa Kelaparan, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan, serta Ekosistem Laut dan Lingkungan.
Melalui sinergi 15 PTN tersebut, Jawa Timur diharapkan mampu membangun ekosistem riset kolaboratif yang kuat, adaptif, dan berorientasi solusi, sekaligus mempercepat transformasi pembangunan daerah berbasis inovasi.











