Beberapa hari terakhir ini media sosial beredar video truk tank yang diduga mengangkut crude palm oil atau CPO, menerobos jembatan bailey di Jalan Medan – Banda Aceh, Kutablang, Kabupaten Bireuen. Petugas Dinas Perhubungan setempat sudah berusaha menghalangi laju truk dengan memasang portal.
Dalam video yang diunggah warga di berbagai platform media sosial, terlihat beberapa truk langsung menerobos ketika dihentikan petugas. Portal yang diletakkan di jalan, langsung diseruduk sampai terseret di aspal.
Meski melihat portal tersebut, tidak ada upaya dari sopir untuk berhenti. Mereka terus tancap gas, tak peduli dengan imbauan petugas, juga tak peduli dengan peringatan kelebihan muatan ketika melintasi jembatan Kutablang yang sudah disosialisasi sejak pembangunan jembatan bailey.
Dari arah barat dan timur jalan, sudah tertulis peringatan batas maksimal muatan, yakni 30 ton. Selain itu, truk dilarang melaju beriringan untuk menghindari kelebihan muatan yang bisa membahayakan jembatan dan pengguna jalan. Jangankan berjalan beriringan, satu truk dengan muatan 30 ton saja sudah mengancam daya tahan jembatan.
Sudah seharusnya petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Bireuen yang bertugas menghentikan truk tersebut. Sayangnya, para sopir mengabaikan peringatan tersebut. mereka terus melaju tanpa rasa bersalah.
Seluruh pengguna jalan harusnya sadar bahwa bailey merupakan jembatan rangka baja modular darurat. Jembatan itu memang dirancang agar mudah dirakit, mudah dipindahkan, dan dipasang dengan cepat.
Jadi jelaslah jembatan ini berfungsi sebagai infrastruktur darurat karena adanya bencana banjir, akhir 2025 lalu. Jembatan itu hanya digunakan sementara karena jembatan permanen rusak. Sementara itu bermakna sampai selesaikan pembangunan permanen yang saat ini sedang dikerjakan. Berdasarkan informasi dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, jembatan permanen baru selesai pada Juli 2026. Masyarakat harus sabar menunggu sampai jembatan permanen selesai.
Dalam penantian inilah, semuanya harus bijak menggunakan jembatan bailey sesuai kapasitasnya. Jika memaksakan seperti truk CPO, maka ada berisiko merusak jembatan. Lebih buruk lagi, bisa mengancam keselamatan pengguna jalan.
Sebelum kejadian ini, jembatan bailey Kutablang sudah pernah rusak sehingga sempat tidak bisa dilalui kendaraan bahkan untuk roda dua. Kalau kejadian ini terulang lagi, berapa banyak kerugian waktu dan biaya yang harus ditanggung masyarakat.
Jangan lupa, jembatan Kutablang merupakan urat nadi perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat Aceh. jalur alternatif memang tersedia, tetapi membutuhkan waktu jauh lebih lama.
Bagi angkutan barang dengan muatan berat seperti truk CPO dan alat berat lainnya, harus sudah bisa mengantisipasi sejak awal, ketika barang mulai dimuat. Lembaga atau perusahaan terkait harus bijak mempertimbangkan besarnya muatan ketika melintasi jembatan Kutablang.[]











