Berita Utama

Al-Farlaky Desak Percepatan Pembangunan Jalan Peureulak–Gayo Lues

Bambang Iskandar Martin
×

Al-Farlaky Desak Percepatan Pembangunan Jalan Peureulak–Gayo Lues

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky. (Ist)

Byklik.com | Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky meminta Pemerintah Provinsi Aceh segera mempercepat pembangunan dan perbaikan ruas jalan lintas provinsi Peureulak–Pinding–Blang Kejren hingga perbatasan Kabupaten Gayo Lues. Permintaan tersebut disampaikan menyusul kondisi jalan dan jembatan yang rusak parah akibat bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu.

Al-Farlaky menegaskan, percepatan pembangunan infrastruktur tersebut sangat mendesak karena ruas jalan itu merupakan akses strategis yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat Aceh Timur dan Gayo Lues.

“Kami mendesak Pemerintah Provinsi Aceh untuk segera mempercepat pembangunan. Hingga saat ini masih terdapat sejumlah titik longsor dan jalan amblas. Jalur ini sangat vital bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah Peureulak dan Gayo Lues,” ujar Al-Farlaky dalam keterangan resminya, Senin, 26 Januari 2026.

Menurutnya, ruas jalan Peureulak–Pinding–Blang Kejren merupakan nadi perekonomian masyarakat. Jalur tersebut setiap hari digunakan sebagai akses distribusi hasil alam dari Kabupaten Gayo Lues menuju Aceh Timur, Kota Langsa, hingga Sumatera Utara, serta menjadi jalur pasokan kebutuhan pokok ke wilayah pedalaman.

Baca Juga  Pemkab Bener Meriah Serahkan Santunan Korban Bencana

“Warga Gayo Lues setiap hari melintasi jalur ini untuk membawa hasil alam ke pasar di Aceh Timur, Langsa, bahkan hingga Medan. Sebaliknya, masyarakat Aceh Timur juga memasok kebutuhan ke Gayo Lues. Ini bukan sekadar jalur transportasi, melainkan denyut nadi ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, kerusakan jalan akibat banjir dan longsor mencapai sekitar 116 kilometer, mulai dari Kecamatan Peureulak Barat hingga perbatasan Gayo Lues. Kerusakan tersebut tersebar di sekitar 30 titik, dengan dua titik mengalami kerusakan berat hingga badan jalan hilang total.

Selain jalan, terdapat pula empat jembatan yang dilaporkan rusak berat, masing-masing dua unit di Gampong Lokop dan dua unit di Gampong Peunaron Lama.

“Kerusakan infrastruktur ini tersebar di beberapa kecamatan, mulai dari Peureulak Barat, Rantau Peureulak, Peunaron, hingga Serbajadi,” kata Al-Farlaky.

Baca Juga  Al-Farlaky Serahkan Santunan untuk 58 Korban Bencana

Sebagai tindak lanjut, Al-Farlaky menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah melayangkan surat resmi kepada Gubernur Aceh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh. Surat tersebut berisi permohonan rehabilitasi dan rekonstruksi ruas jalan Peureulak–Pinding–Blang Kejren.

“Kami memohon agar Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas PUPR, khususnya Bidang Bina Marga, dapat melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan segera menindaklanjuti dengan perbaikan serta pembangunan kembali jalan ini demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Al-Farlaky juga mengusulkan agar status ruas jalan provinsi tersebut ditingkatkan menjadi jalan nasional guna mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Usulan ini pernah kami sampaikan saat Kepala Staf Presiden berkunjung ke Lokop. Harapannya, dengan peningkatan status menjadi jalan nasional, percepatan pembangunan dapat segera terwujud sehingga Aceh bisa bangkit, baik dari wilayah pedalaman hingga perkotaan,” pungkas Al-Farlaky.***