Byklik.com | Banda Aceh – Hingga Rabu, 13 Mei 2026, sebanyak 3.531 jemaah haji asal Aceh telah diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Embarkasi Aceh. Seluruh jemaah yang tergabung dalam kloter 1 hingga kloter 8 dilaporkan telah tiba dengan selamat di Arab Saudi, sementara jemaah kloter 9 akan bertolak ke Tanah Suci pukul 17.25 WIB, sore ini.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Arijal, mengatakan hingga operasional penyelenggaraan ibadah haji per 13 Mei 2026, proses keberangkatan jemaah melalui Embarkasi Aceh berjalan lancar dan terkendali.
“Sebanyak delapan kloter telah diberangkatkan menuju Tanah Suci,” ujarnya.
Arijal menjelaskan, dari total jemaah yang telah diberangkatkan tersebut, sebanyak 393 jemaah yang tergabung dalam kloter 1 masih berada di Madinah. Sementara jemaah lainnya telah berada di Mekah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji.
Ia menambahkan, terdapat enam jemaah dari kloter 2, 3, dan 6 yang mengalami penundaan keberangkatan karena alasan kesehatan. Para jemaah tersebut sudah diberangkatkan bersama kloter 8.
“Ada enam jemaah yang tertunda keberangkatannya karena faktor kesehatan dan sudah diberangkatkan bersama kloter 8,” katanya. Arijal juga mengungkapkan terdapat satu calon jemaah haji yang meninggal dunia sebelum masuk ke Asrama Haji Embarkasi Aceh. “Ada yang meninggal sebelum masuk asrama.”
Jemaah calon haji yang tergabung dalam kloter 9 dan telah masuk ke Asrama Haji pada Rabu kemarin, diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Kamis sore pukul 17.25 WIB melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Diperkirakan akan tiba di Jeddah pukul 21.45 Waktu Arab Saudi (WAS).
Sementara itu, pelayanan bagi jemaah calon haji di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, terus dioptimalkan selama musim haji 2026. Peningkatan layanan dilakukan dengan mengedepankan konsep ramah lansia guna memastikan kenyamanan dan kelancaran proses keberangkatan menuju Tanah Suci.
Optimalisasi layanan tersebut melibatkan kolaborasi antara pengelola bandara, maskapai penerbangan, kementerian terkait, serta sejumlah pihak pendukung lainnya. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan keberangkatan jemaah berjalan tertib, aman, dan lancar.
Berbagai fasilitas pendukung juga disiapkan di area bandara untuk membantu para jemaah, khususnya lansia dan jemaah yang memiliki keterbatasan fisik. Fasilitas tersebut di antaranya lift, garbarata, hingga kursi roda yang disiagakan selama proses keberangkatan berlangsung.
Ramah lansia
Pelaksana Harian General Manager Garuda Indonesia Cabang Aceh, Jufriandi mengatakan hingga saat ini proses keberangkatan jemaah haji berjalan lancar.
Menurutnya, pihak maskapai juga telah menyiapkan petugas khusus untuk mendampingi jemaah lansia maupun jemaah yang membutuhkan perhatian khusus selama berada di bandara hingga proses keberangkatan.
“Tema haji kita tahun ini tetap ramah lansia. Untuk lansia kita sudah siapkan personel khusus sejak awal. Dari fasilitas juga kita siapkan 30 wheelchair yang standby beserta petugasnya,” ujar Jufriandi.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan fasilitas lift di gedung VVIP untuk membantu jemaah yang sakit atau tidak mampu berjalan jauh.
Ia berharap seluruh kesiapan yang dilakukan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dengan pelayanan yang optimal, para jemaah diharapkan dapat lebih fokus mempersiapkan diri menjalankan rangkaian ibadah haji setibanya di Arab Saudi.[]











