Byklik.com | Lhokseumawe – Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, meninjau langsung lokasi kebakaran di Komplek Pardede, Dusun Mutalafuddin, Desa Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Rabu, 6 Mei 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta Camat Banda Sakti.
Pada kesempatan itu, Wali Kota menyampaikan duka mendalam atas musibah kebakaran besar yang melanda kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama saat menghadapi bencana.
Sayuti mengungkapkan, saat peristiwa terjadi dirinya tengah berada di Jakarta dalam rangka menjalankan tugas pemerintahan. Namun, ia segera kembali ke Lhokseumawe pada pagi hari guna memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat.
Menurutnya, kebakaran tersebut merupakan salah satu yang terbesar dalam beberapa waktu terakhir. Ia juga menyoroti meningkatnya kejadian serupa pasca-Lebaran yang dipicu oleh kondisi cuaca panas dan angin kencang, sehingga mempercepat penyebaran api.
Dalam kunjungan itu, Wali Kota turut menyerahkan bantuan masa panik secara simbolis berupa uang tunai dan bahan pangan kepada para pengungsi. Ia memastikan Pemerintah Kota Lhokseumawe telah bergerak cepat melalui koordinasi lintas sektor, termasuk mengajukan dukungan kepada Kementerian Dalam Negeri untuk penguatan sarana dan prasarana pemadam kebakaran.

Selain itu, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial, pemerintah terus menyalurkan bantuan kebutuhan dasar serta menyiapkan langkah lanjutan, seperti penyediaan hunian sementara hingga rencana rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga terdampak.
“Pemerintah hadir dan bertanggung jawab dalam kondisi apa pun. Kami tidak akan tinggal diam dan akan terus berupaya memberikan solusi terbaik bagi masyarakat terdampak,” ujar Sayuti.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah musibah tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci percepatan pemulihan agar warga terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal.
Mengakhiri kunjungannya, Wali Kota menegaskan bahwa seluruh masyarakat Kota Lhokseumawe merupakan satu keluarga besar yang berhak mendapatkan perhatian dan perlakuan setara tanpa memandang latar belakang apa pun. Pemerintah, kata dia, berkomitmen untuk terus hadir, memberikan dukungan penuh, serta memastikan proses pemulihan berjalan cepat, terukur, dan berkelanjutan.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe, sebanyak 84 unit rumah hangus terbakar dalam peristiwa tersebut. Kebakaran itu juga berdampak pada 85 kepala keluarga (KK) dengan total 275 jiwa yang kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 5 Mei 2026, itu juga menyebabkan tiga warga mengalami luka ringan dan satu orang mengalami luka berat yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.***











