Berita Utama

Wabup Aceh Tamiang Soroti Kesejahteraan Guru di Konferensi PGRI

Bambang Iskandar Martin
×

Wabup Aceh Tamiang Soroti Kesejahteraan Guru di Konferensi PGRI

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, secara resmi membuka Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-23 Kabupaten Aceh Tamiang yang digelar di FN Kafe, Kampung Dalam, Sabtu, 25 April 2026. (Foto: Pemkab Aceh Tamiang)

Byklik.com | Kuala Simpang – Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, secara resmi membuka Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-23 Kabupaten Aceh Tamiang yang digelar di FN Kafe, Kampung Dalam, Sabtu, 25 April 2026.

Dalam sambutannya, Ismail menyampaikan apresiasi atas kontribusi PGRI Aceh Tamiang yang dinilai berperan penting dalam mendukung pembangunan daerah, terutama saat menghadapi bencana hingga masa pemulihan. Ia menegaskan bahwa PGRI merupakan mitra strategis pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan.

“PGRI memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan pendidikan. Sinergi antara pemerintah dan organisasi profesi guru harus terus diperkuat,” ujarnya.

Ismail juga merespons usulan penggunaan atribut batik bagi tenaga pendidik. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memperbolehkan guru mengenakan pakaian batik setiap hari Rabu.

“Mulai hari Rabu mendatang, Bapak dan Ibu guru dipersilakan mengenakan baju batik,” katanya.

Selain itu, Wakil Bupati menyoroti kondisi tenaga pendidik, khususnya guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pembayaran honorarium.

Baca Juga  Tiga Nama Lolos Penyaringan Calon Rektor USK, Pemilihan pada 2 Februari

Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya awal pemerintah daerah, meskipun belum sepenuhnya memenuhi harapan para guru. Pemerintah, kata dia, terus berupaya mencari solusi secara bertahap guna meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan akan terus bersinergi mencari solusi agar kesejahteraan guru dapat terpenuhi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin keamanan dan kenyamanan guru melalui dukungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam pelaksanaan tugas, ia menekankan pentingnya memperhatikan aspek legalitas, proporsionalitas, serta penyesuaian lingkungan kerja.

Lebih lanjut, Ismail mengajak PGRI untuk terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah. Ia berharap konferensi tersebut dapat menghasilkan rumusan strategis yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan guru dan kemajuan pendidikan, khususnya pada masa pemulihan pascabencana.

Sementara itu, Ketua PGRI Aceh, Al Munzir, menyampaikan bahwa organisasinya telah menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Aceh dan Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa PGRI akan terus menjadi mitra pemerintah dalam pelaksanaan program pembangunan di bidang pendidikan.

Baca Juga  Sekda Lhokseumawe Lantik 20 Pejabat, Tekankan Kinerja ASN

Ia juga berharap adanya kebijakan berupa surat edaran terkait penggunaan batik Korpri, baik pada hari Rabu maupun pada peringatan hari besar nasional.

Ketua PGRI Aceh Tamiang, M. Nurdin, dalam laporannya memaparkan sejumlah capaian organisasi, di antaranya pembentukan kepengurusan di 12 kecamatan, pendataan anggota, serta pelaksanaan berbagai program kegiatan. Ia juga menyoroti peran PGRI dalam penanganan bencana melalui pendirian posko dan penyaluran bantuan kepada guru, siswa, dan masyarakat.

Konferensi PGRI ke-23 ini diharapkan dapat melahirkan kepengurusan baru yang mampu mewujudkan tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas”, sekaligus memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Kepala Dinas Dayah, perwakilan Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Aceh Tamiang, Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tamiang, para kepala sekolah, serta dewan guru.***