Berita UtamaHeadline

Titik Panas Aceh Masih Tinggi, Warga Diminta Waspada

Avatar
×

Titik Panas Aceh Masih Tinggi, Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
Kebakaran lahan terjadi di Gampong Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Minggu, 23 Agustus 2026. [Foto: BPBD Aceh Barat]

Byklik.com | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh mencatat jumlah titik panas di sejumlah wilayah Aceh masih cukup tinggi hingga Selasa pagi, 1 September 2026.

Prakirawan BMKG Aceh Dedi Ardana mengatakan titik panas terbanyak terpantau di Aceh Selatan dan Aceh Singkil. Sementara satu titik terpantau di Gayo Lues serta beberapa titik lainnya berada di Aceh Barat dan Aceh Barat Daya.

“Secara umum, cuaca panas masih mendominasi sebagian besar wilayah Aceh dalam satu hingga dua hari ke depan. Untuk wilayah lainnya seperti Sabang, Aceh Besar, Banda Aceh, wilayah Utara dan Timur Aceh juga kondisinya masih cukup panas,” kata Dedi dikutip dari RRI Aceh Singkil.

Baca Juga  Jaringan Internet di Gayo Belum Pulih

Dengan masih tingginya titik panas dan kondisi lahan yang kering, BMKG Aceh mengimbau masyarakat, terutama di wilayah Utara, Timur dan Tengah Aceh, agar berhati-hati saat melakukan aktivitas pembersihan lahan.

Dedi menyebut wilayah Aceh Tenggara dan Aceh Tamiang relatif kondusif. Meski cuaca masih panas pada siang hari, hujan ringan berpotensi terjadi pada sore hari.

Suhu udara di Aceh saat ini berkisar 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan 60–90 persen. Angin bertiup dari Tenggara menuju Timur Laut dengan kecepatan 20–25 kilometer per jam.

Baca Juga  Brimob dan Damkar Padamkan Kebakaran Lahan di Lhokseumawe

Untuk kondisi laut, tinggi gelombang di perairan Sabang–Malahayati serta wilayah Utara dan Timur Aceh berkisar 0,5–0,75 meter.

Sementara itu, gelombang di perairan Barat dan Selatan Aceh berkisar 0,5–1,5 meter. Khusus perairan Utara Sabang, gelombang masih cukup tinggi dan berpotensi mencapai 2 meter.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan selama kondisi panas dan kering masih berlangsung.