Berita Utama

Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Dua Pendaki yang Hilang

Bambang Iskandar Martin
×

Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Dua Pendaki yang Hilang

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap dua pendaki yang hilang saat terjadi erupsi Gunung Dukono, Minggu, 10 Mei 2026. (Foto: SAR Ternate)

Byklik.com | Halmahera Utara – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap dua pendaki yang hilang saat terjadi erupsi Gunung Dukono, Minggu, 10 Mei 2026.

Kepala Kantor Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, selaku Search Mission Coordinator (SMC), mengatakan sebanyak 150 personel gabungan dikerahkan dalam operasi pencarian hari ketiga yang difokuskan di sekitar bibir Gunung Dukono.

“Pencarian hari ini difokuskan di area sekitar bibir gunung dengan memperhatikan titik terakhir korban terlihat,” kata Iwan saat memimpin briefing tim SAR gabungan.

Ia menjelaskan, tim pencarian dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) sesuai rencana operasi SAR yang telah disusun. Area pencarian mencakup radius sekitar 1,25 kilometer dari lokasi terakhir korban terlihat dengan mengacu pada titik ditemukannya satu korban pada operasi SAR hari kedua.

Baca Juga  Hingga Maret, PN Banda Aceh Tangani 20 Perkara Korupsi

Meski demikian, Iwan menegaskan keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama mengingat kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih mengeluarkan abu vulkanik serta material panas.

“Keselamatan tim penolong tetap menjadi prioritas karena aktivitas gunung masih cukup tinggi dan kondisi cuaca juga berubah-ubah,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, Iwan didampingi Pangdam XV/Pattimura, Danrem 152/Babullah, Bupati Halmahera Utara, Dandim 1508/Tobelo, dan Kapolres Halmahera Utara.

Pihaknya berharap dua korban warga negara asing (WNA) yang hingga kini masih dinyatakan hilang dapat segera ditemukan dalam operasi pencarian hari ketiga tersebut.

Baca Juga  Wabup Aceh Utara Lepas 513 Calon Jemaah Haji

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi pencarian meliputi Basarnas, Polres Tobelo, Brimob, BPBD Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, TNI AU, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dinas Kesehatan Halmahera Utara, Imigrasi Halmahera Utara, Emergency Response Team (ERT) PT NHM, Wanadri, komunitas pecinta alam, PMI, serta masyarakat setempat.

Berdasarkan data tim SAR gabungan, jumlah pendaki yang terlibat dalam insiden tersebut sebanyak 20 orang. Dari jumlah tersebut, 17 orang dinyatakan selamat, satu orang meninggal dunia, dan dua orang lainnya masih dalam pencarian.***