Byklik.com | Lhokseumawe – PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda) atau PTPL akan melaksanakan uji kebocoran (leak test) jaringan gas rumah tangga (jargas) di Kota Lhokseumawe pada 8 hingga 14 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keamanan, keandalan, dan kualitas layanan distribusi gas kepada pelanggan.
Pelaksanaan uji kebocoran akan difokuskan pada jaringan distribusi gas yang melayani masyarakat di Kecamatan Muara Satu dan Muara Dua. Melalui kegiatan ini, perusahaan berupaya mendeteksi serta mengidentifikasi potensi kebocoran pada jaringan pipa distribusi guna meminimalkan risiko gangguan layanan dan kehilangan gas.
Direktur Pengembangan Usaha PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda), Ir. Muntazar, ST, MT, mengatakan leak test merupakan bagian penting dalam pemeliharaan jaringan distribusi gas yang bertujuan meningkatkan keandalan sistem sekaligus menekan tingkat kehilangan gas akibat kebocoran yang belum terdeteksi.
“Melalui kegiatan ini kami berharap titik-titik kebocoran yang selama ini belum teridentifikasi dapat segera ditemukan dan dilakukan perbaikan sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik serta tingkat kehilangan gas dapat diminimalkan,” kata Muntazar, Jumat, 5 Juni 2026.
Ia menjelaskan, proses pengujian akan dilakukan secara bertahap berdasarkan sektor jaringan. Setiap hari, dua sektor akan diuji menggunakan cairan odorant atau zat pembau yang ditambahkan ke dalam aliran gas untuk memudahkan petugas mendeteksi titik kebocoran pada jaringan distribusi.
Menurutnya, selama proses pengujian berlangsung masyarakat yang berada di sekitar jaringan gas kemungkinan akan mencium aroma khas gas yang lebih kuat dibandingkan kondisi normal. Namun, kondisi tersebut merupakan bagian dari prosedur pengujian dan tidak perlu menimbulkan kepanikan.
“Bau yang muncul selama pelaksanaan leak test merupakan bagian dari metode pengujian yang kami lakukan untuk mempermudah identifikasi titik kebocoran pada jaringan,” ujarnya.
PTPL mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan sumber bau yang mencurigakan atau diduga berasal dari kebocoran jaringan gas.
Muntazar menambahkan, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut. Informasi yang diberikan warga dinilai dapat membantu petugas menemukan lokasi kebocoran secara lebih cepat dan akurat.
“Kami sangat mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung kegiatan ini. Informasi yang disampaikan warga akan sangat membantu petugas dalam mengidentifikasi lokasi kebocoran secara lebih cepat dan akurat,” katanya.
Selain itu, PTPL juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan dan masyarakat atas potensi ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama pelaksanaan pengujian berlangsung.
Perusahaan berharap kegiatan uji kebocoran tersebut dapat meningkatkan keamanan, efisiensi, dan keandalan jaringan gas rumah tangga di Kota Lhokseumawe sehingga pemanfaatan energi gas bumi oleh masyarakat dapat terus berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Masyarakat yang menemukan bau gas tidak biasa selama periode pengujian diminta segera melaporkannya melalui saluran komunikasi resmi PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda) di nomor 0811-6845-554 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.***











