Berita UtamaHeadlinePendidikan & Karier

Mendikdasmen: Hampir 3.000 Sekolah Direvitalisasi Nasional

Avatar
×

Mendikdasmen: Hampir 3.000 Sekolah Direvitalisasi Nasional

Sebarkan artikel ini
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti meresmikan sejumlah sekolah penerima bantuan Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2026 di Banda Aceh, Selasa, 23 Juni 2026. [Foto: Disdik Aceh]

Byklik.com | Banda Aceh – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti meresmikan sejumlah sekolah penerima bantuan Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2026 di Banda Aceh, Selasa, 23 Juni 2026. Peresmian dipusatkan di Sekolah Luar Biasa (SLB) YPAC Banda Aceh.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, serta para kepala sekolah penerima bantuan revitalisasi dari berbagai jenjang pendidikan.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah menjadi salah satu prioritas pemerintah pada 2026, terutama untuk sekolah yang terdampak bencana.

“Prioritas kami tahun 2026 adalah revitalisasi sekolah-sekolah yang terdampak bencana, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Prioritas kedua adalah sekolah di daerah 3T, sedangkan prioritas ketiga adalah sekolah yang mengalami kerusakan berat,” ujarnya.

Ia mengapresiasi hasil revitalisasi SLB YPAC Banda Aceh yang dinilai telah menghadirkan wajah baru dalam layanan pendidikan khusus di daerah tersebut.

Baca Juga  DPR Tekankan Denda Perusahaan untuk Korban Lingkungan

Menurutnya, peningkatan fasilitas di satuan pendidikan akan memberikan semangat baru bagi tenaga pendidik dalam memberikan layanan terbaik kepada peserta didik berkebutuhan khusus.

Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus sebagaimana amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Setiap anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu. Anak-anak berkebutuhan khusus juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah menerapkan empat pendekatan dalam memperluas akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, yakni penguatan pendidikan inklusif, penguatan SLB, layanan berbasis keluarga, serta layanan berbasis komunitas.

Selain pembangunan sarana, pemerintah juga memperkuat kualitas guru melalui program percepatan (crash program) bagi guru pendamping anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi untuk meningkatkan kompetensi layanan pendidikan.

Pemerintah juga menggandeng berbagai organisasi masyarakat, termasuk Aisyiyah, untuk memperluas layanan pendidikan berbasis komunitas bagi anak yang mengalami keterbatasan akses.

Baca Juga  ARC-USK Terima Collaboration Award 2026 pada HUT Ke-821 Banda Aceh

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti juga mengajak masyarakat untuk menghapus stigma terhadap anak berkebutuhan khusus dan memberikan dukungan penuh agar mereka dapat berkembang sesuai potensi masing-masing.

“Anak-anak berkebutuhan khusus harus diterima, didampingi, dan diberikan kesempatan yang sama untuk berkembang menjadi generasi Indonesia yang hebat,” tegasnya.

Terkait program revitalisasi sekolah di Aceh, ia menyebutkan hampir 3.000 sekolah telah atau sedang direvitalisasi. Ia optimistis seluruh program tahun 2026 dapat rampung sebelum Tahun Ajaran 2026-2027.

Pemerintah berharap program ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, bersih, dan nyaman, sejalan dengan gerakan sekolah asri untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

“Dengan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah, anak-anak dapat belajar dengan lebih baik dan meraih masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya.