Berita UtamaHeadline

Longsor Lumpuhkan Jalur Kutacane-Blangkejeren di Gayo Lues

Avatar
×

Longsor Lumpuhkan Jalur Kutacane-Blangkejeren di Gayo Lues

Sebarkan artikel ini
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Gayo Lues dalam beberapa hari terakhir memicu banjir bandang dan longsor di sejumlah titik di Kecamatan Putri Betung, Rabu, 9 September 2026. [Foto: Humas Pemkab Gayo Lues]

Byklik.com | Gayo Lues – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Gayo Lues dalam beberapa hari terakhir memicu banjir bandang dan longsor di sejumlah titik di Kecamatan Putri Betung. Kondisi tersebut menyebabkan jalan lintas Kutacane–Blangkejeren lumpuh, Rabu, 9 September 2026.

Camat Putri Betung, Jaenal dalam laporannya menyebutkan, longsor mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, Selasa malam, 8 September 2026.

Selain memutus arus lalu lintas dari arah Kutacane menuju Blangkejeren maupun sebaliknya, sejumlah kendaraan yang melintas juga dilaporkan tertahan di lokasi akibat material longsor yang menutup badan jalan.

Arus lalu lintas dari arah Kutacane menuju Blangkejeren maupun sebaliknya terputus total. [Foto: Humas Pemkab Gayo Lues]
“Salah satu titik longsor terparah terjadi di kawasan Titi Maut, Dusun Air Panas, Desa Singah Mulo. Material tanah dan batu menimbun bahu badan jalan lintas Kutacane–Blangkejeren sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujar Jaenal.

Baca Juga  Kodim Agara Fogging Cegah Penyebaran DBD Musim Hujan

Tak hanya mengganggu akses transportasi, bencana juga berdampak terhadap permukiman warga. Berdasarkan laporan video yang diterima, material lumpur akibat banjir bandang dan longsor menerjang kawasan permukiman di Dusun Air Panas.

Sekitar 17 rumah warga dilaporkan terdampak lumpur akibat bencana tersebut.

Kondisi semakin sulit karena jaringan listrik dan internet di wilayah terdampak juga dilaporkan mati total. Terputusnya akses jalan dan gangguan jaringan tersebut dikhawatirkan menghambat aktivitas masyarakat serta penanganan bencana di lapangan.

Baca Juga  Polisi Tangkap Penjual Satwa Liar di Nagan Raya, Sita Kulit Harimau Sumatera

Selain itu, kondisi jalan yang lumpuh juga berpotensi mengganggu distribusi kebutuhan penting, terutama bahan bakar minyak (BBM), di wilayah terdampak.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera melakukan penanganan terhadap material longsor serta memastikan akses transportasi dapat kembali dibuka. Pemulihan jaringan listrik dan internet juga diperlukan untuk mendukung komunikasi serta percepatan penanganan dampak bencana.

Hingga Rabu, 9 September 2026, kondisi di sejumlah titik terdampak masih memerlukan penanganan dan pemantauan, mengingat hujan masih berpotensi memicu longsor susulan di kawasan perbukitan Gayo Lues.