Byklik.com | Banda Aceh – SMA Negeri 3 Banda Aceh mengeluarkan lima siswa setelah hasil verifikasi faktual sekolah menyatakan mereka terbukti terlibat aktif dalam peristiwa pengeroyokan terhadap seorang siswa di lingkungan sekolah tersebut.
Kepala SMA Negeri 3 Banda Aceh, Muzakkir, mengatakan keputusan itu diambil setelah pihak sekolah melakukan verifikasi untuk memastikan keterlibatan masing-masing siswa dalam kejadian tersebut.
“Berdasarkan hasil verifikasi faktual pihak sekolah, terdapat lima siswa yang terbukti terlibat secara aktif,” kata Muzakkir, Selasa, 22 September 2026.
Berdasarkan hasil verifikasi tersebut, sekolah menjatuhkan tindakan tegas berupa pengeluaran terhadap kelima siswa sesuai ketentuan yang berlaku.
Keputusan itu diambil setelah keluarga korban menyampaikan laporan pengaduan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Banda Aceh pada Senin, 21 September 2026 siang.
Laporan tersebut kini ditangani Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh.
Selain lima siswa yang telah dikeluarkan, terdapat seorang siswa lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan kejadian tersebut. Namun, pihak sekolah belum menemukan bukti yang menunjukkan siswa tersebut terlibat secara aktif.
Sekolah masih melakukan pendalaman dan meminta klarifikasi untuk memastikan peran siswa tersebut dalam peristiwa yang dilaporkan.
“Apabila berdasarkan hasil pendalaman terbukti adanya keterlibatan aktif, sekolah akan mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Muzakkir.
Di sisi lain, pihak sekolah menyiapkan pendampingan bagi korban untuk membantu proses pemulihan fisik dan psikologis. Pendampingan diberikan sesuai kebutuhan korban melalui prosedur layanan Bimbingan dan Konseling (BK) yang berlaku di sekolah.
“Terhadap siswa yang menjadi korban, sekolah akan memberikan pendampingan untuk mendukung pemulihan kondisi fisik dan psikologis sesuai dengan kebutuhan siswa serta prosedur layanan Bimbingan dan Konseling (BK) yang berlaku,” ungkapnya.











