Berita Utama

Kolaborasi UTU UNJ Bangun Air Bersih Pascabencana Nagan Raya

Avatar
×

Kolaborasi UTU UNJ Bangun Air Bersih Pascabencana Nagan Raya

Sebarkan artikel ini
Fasilitas tersebut ditinjau langsung oleh jajaran dekanat FT UTU dan FT UNJ pada Jumat hingga Sabtu, 17–18 Juli 2026. [Foto: Humas UTU]

Byklik.com | Meulaboh – Ratusan warga di wilayah terdampak bencana di Kabupaten Nagan Raya kini mulai menikmati akses air bersih yang layak berkat kolaborasi Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (FT UTU) dan Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Penugasan Fakultas, kedua perguruan tinggi membangun sistem penyediaan air bersih berbasis komunitas yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat pascabencana.

Sistem penyediaan air bersih tersebut memanfaatkan sumber mata air di kawasan pegunungan yang dialirkan menuju bak penampungan berkapasitas besar sebelum didistribusikan langsung ke rumah-rumah warga. Infrastruktur itu juga dilengkapi instalasi listrik untuk mendukung operasional pompa air serta program edukasi sanitasi agar pengelolaannya berkelanjutan.

Pembangunan fasilitas tersebut dimulai sejak Sabtu, 20 Juni 2026, dan ditinjau langsung oleh jajaran dekanat FT UTU dan FT UNJ pada Jumat hingga Sabtu, 17–18 Juli 2026, guna memastikan seluruh sistem berfungsi sesuai perencanaan.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar, Dr. Ir. Irwansyah, S.T., M.Eng., IPM., mengatakan program kolaborasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi wahana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa.

Baca Juga  Senat Universitas Teuku Umar Tetapkan Tiga Calon Rektor Periode 2026–2030

“Kehadiran sarana air bersih ini adalah solusi konkret untuk memulihkan kehidupan warga Nagan Raya di wilayah pascabencana. Bagi FT UTU, ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk pertanggungjawaban ilmiah kampus dalam menjawab persoalan riil di tengah masyarakat. Kami menerjunkan langsung mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk bergotong royong bersama dosen dan warga lokal. Melalui keterlibatan aktif ini, aktivitas mereka di lapangan langsung dikonversi menjadi tiga Satuan Kredit Semester (SKS),” ujar Irwansyah, Minggu, 19 Juli 2026.

Pelaksanaan pembangunan menghadapi tantangan cukup berat karena lokasi berada di kawasan perbukitan. Akibat keterbatasan akses kendaraan, mahasiswa bersama dosen dan warga harus mengangkut material bangunan, seperti semen, pasir, pipa, hingga pompa air secara manual melewati jalur menanjak sejauh sekitar setengah kilometer.

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa FT UTU terlibat langsung dalam berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari survei lokasi, pengukuran teknis, pemasangan instalasi, hingga pendampingan sosial kepada masyarakat.

Baca Juga  DPRA Tetapkan RKT 2026, Perkuat Fungsi Pengawasan

Program tersebut dipimpin Dekan FT UNJ, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati, melalui tema Pengembangan Model Terpadu Penyediaan Air Bersih Pascabencana untuk Mendukung Ketahanan Masyarakat melalui Program Penugasan Fakultas. Pendekatan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola dan merawat fasilitas secara mandiri.

Selain membangun jaringan distribusi air bersih dan instalasi listrik pendukung pompa, tim juga memberikan edukasi mengenai sanitasi serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah munculnya persoalan kesehatan pascabencana. Sebagai bagian dari program, juga dikembangkan sumur air tanah berbasis komunitas untuk membantu masyarakat terdampak banjir di Aceh.

Kolaborasi ini merupakan implementasi nota kesepahaman (MoU) antara FT UTU dan FT UNJ dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui sinergi tersebut, masyarakat terdampak bencana di Nagan Raya diharapkan mampu mengelola fasilitas air bersih secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.