Byklik.com | Redelong – Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan, Rubi Kuniawen, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bener Meriah untuk meninjau kondisi infrastruktur transportasi yang terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025, Jumat, 12 Juni 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya evaluasi dan pemulihan infrastruktur transportasi yang terdampak bencana di sejumlah wilayah di Aceh.
Di Kabupaten Bener Meriah, Rubi Kuniawen bersama rombongan meninjau langsung fasilitas dan prasarana Bandar Udara Rembele. Peninjauan dilakukan guna melihat dampak bencana terhadap infrastruktur bandara sekaligus memastikan kondisi operasional dan kesiapan fasilitas transportasi udara tersebut pascabencana.
Selain meninjau Bandar Udara Rembele, rombongan juga mengunjungi Kabupaten Aceh Tengah untuk melihat kondisi Terminal Tipe A Paya Ilang yang menjadi salah satu fasilitas transportasi strategis di kawasan dataran tinggi Gayo.
Usai melakukan peninjauan di wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Aceh Utara. Di daerah tersebut, mereka meninjau sejumlah infrastruktur transportasi yang turut terdampak bencana hidrometeorologi, termasuk fasilitas pelabuhan dan jalur rel kereta api.
Dalam kegiatan tersebut, Rubi Kuniawen didampingi Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah I Aceh, Tofan Muis. Turut hadir perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Bener Meriah yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan Sarana dan Keselamatan, Lukman, serta Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Rembele bersama jajaran terkait.
Peninjauan lapangan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun langkah penanganan serta percepatan pemulihan infrastruktur transportasi yang terdampak bencana.
Selain itu, hasil kunjungan juga diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan ketahanan infrastruktur transportasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi di masa mendatang, sehingga layanan transportasi bagi masyarakat tetap berjalan secara optimal dan berkelanjutan.***











