Berita UtamaHeadline

Kemenhaj Kerahkan 1.356 Petugas Amankan Lontar Jumrah

Avatar
×

Kemenhaj Kerahkan 1.356 Petugas Amankan Lontar Jumrah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. [Foto: Kemenhaj]

Byklik.com | Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan layanan jemaah haji Indonesia selama fase Mina, khususnya pelaksanaan lontar jumrah pada hari Tasyrik kedua, Jumat, 29 Mei 2026, berjalan tertib dan aman dengan dukungan ribuan petugas di lapangan.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama selama pelaksanaan lontar jumrah di Jamarat. Karena itu, jemaah diminta mematuhi jadwal yang telah ditetapkan dan tidak melaksanakan lontar pada waktu larangan.

“Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk tidak melontar pada waktu larangan, khususnya pukul 10.00 sampai 14.00 waktu Arab Saudi,” ujar Maria di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.

Pada 12 Zulhijah 1447 H, jemaah Indonesia melaksanakan lontar tiga jumrah, yakni Ula, Wustha, dan Aqabah. Jadwal lontar dibagi dalam dua sesi, yaitu pukul 05.00–10.30 WAS dan 18.00–24.00 WAS.

Baca Juga  Atalia Imbau Jemaah Haji Fokus Ibadah Usai Insiden Bus di Madinah

Untuk mendukung kelancaran ibadah, Kemenhaj menyiagakan 1.356 Petugas Satgas Mina yang ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mengatur arus pergerakan jemaah, mengantisipasi kepadatan, serta membantu jemaah menuju dan kembali dari kawasan Jamarat.

Selain itu, sebanyak 19 unit mobil golf dikerahkan untuk membantu jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, jemaah yang kelelahan, maupun yang terpisah dari rombongan.

“Mobil golf kami siagakan sebagai layanan respons cepat bagi jemaah yang membutuhkan bantuan di sekitar Jamarat dan jalur pergerakan Mina,” kata Maria.

Kemenhaj juga mengoperasikan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Mina dan Jamarat untuk memberikan pertolongan pertama, evakuasi darurat, serta penanganan jemaah yang mengalami kelelahan, pingsan, tersesat, atau terpisah dari rombongan.

Baca Juga  Teddy Tegaskan 53 Helikopter Aktif Tangani Bencana Sumatra

Sementara itu, jemaah yang mengambil skema Nafar Awal mulai diberangkatkan secara bertahap menuju Makkah menggunakan bus yang telah disiapkan petugas. Proses pemulangan dilakukan bergelombang guna menghindari kepadatan dan memastikan perjalanan berlangsung aman.

Maria mengimbau jemaah menjaga kondisi kesehatan dengan memperbanyak minum air putih, makan teratur, menggunakan pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta membatasi aktivitas fisik yang tidak diperlukan.

“Kami mengajak seluruh jemaah untuk saling menjaga, saling membantu, dan saling mengingatkan agar seluruh rangkaian ibadah di Mina berjalan aman, tertib, nyaman, dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Kemenhaj memastikan seluruh layanan selama fase Armuzna, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan hingga pelindungan jemaah, terus diperkuat sampai seluruh rangkaian ibadah haji selesai.