Berita Utama

Bupati Muharram Dorong MAA Perkuat Adat Aceh

Bambang Iskandar Martin
×

Bupati Muharram Dorong MAA Perkuat Adat Aceh

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Besar Muharram Idris melantik kepengurusan MAA Kabupaten Aceh Besar periode 2026–2031 di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Lubok Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Senin, 5 Oktober 2026. (Foto: Prokopim Aceh Besar)

Byklik.com | Jantho – Bupati Aceh Besar Muharram Idris mendorong Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Besar memperkuat kelembagaan adat hingga tingkat gampong. Penguatan tersebut dinilai penting untuk menjaga adat, budaya, dan bahasa Aceh di tengah perkembangan zaman.

Dorongan itu disampaikan Muharram saat melantik kepengurusan MAA Kabupaten Aceh Besar periode 2026–2031 di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Lubok Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Senin, 5 Oktober 2026.

Muharram mengatakan penguatan lembaga adat dan lembaga yang berkaitan dengan kekhususan serta keistimewaan Aceh membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat.

“Pemerintah pusat sudah memberikan keistimewaan ini. Pertanyaannya, apakah kita sudah melaksanakannya dengan ikhlas dan sungguh-sungguh? Mari kita sama-sama membesarkan lembaga-lembaga istimewa ini,” kata Muharram.

Menurutnya, Aceh Besar memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan Islam dan kebudayaan Aceh. Karena itu, warisan adat, budaya, dan bahasa perlu dijaga agar tetap dikenal dan digunakan oleh generasi berikutnya.

Muharram secara khusus menyoroti penggunaan bahasa Aceh di kalangan generasi muda yang dinilai semakin berkurang. Ia mengingatkan bahwa bahasa merupakan bagian dari identitas masyarakat.

Baca Juga  Lantik 34 Pejabat, Jaksa Agung Tekankan Integritas

“Bahasa itu menandakan sebuah bangsa. Mari kita jaga khazanah yang ditinggalkan nenek moyang kita agar tetap ada sampai akhir zaman,” ujarnya.

Ia juga meminta MAA memperkuat adat yang sejalan dengan syariat Islam dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh.

“Adat dan hukum Islam di Aceh pada dasarnya saling mendukung. Adat tidak boleh bertentangan dengan syariat,” katanya.

Sementara itu, Ketua MAA Aceh Prof. Yusri Yusuf, meminta kekhususan dan keistimewaan Aceh diisi melalui program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Yusri mendorong pembinaan adat dilakukan hingga pelosok gampong. Menurutnya, penguatan adat perlu dimulai dari tingkat masyarakat paling bawah karena gampong merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita menghidupkan kembali lembaga adat yang ada. Pembinaan adat harus sampai ke pelosok gampong,” ujar Yusri.

Ketua MAA Aceh Besar H. Anwar Ahmad mengatakan kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk menjalankan amanah organisasi, bukan sekadar mengikuti kegiatan seremonial.

Baca Juga  Ribuan Warga Hadiri Open House Iduladha Bupati Aceh Besar

“Pengukuhan ini bukan hanya seremonial, tetapi ada amanah yang harus kita emban. Kami berharap lembaga ini tidak sekadar ada di tengah masyarakat, tetapi dapat berkembang dan berjalan sebaik mungkin,” kata Anwar.

Menurut Anwar, perkembangan teknologi dan era digital menjadi tantangan dalam mempertahankan adat dan budaya Aceh. Karena itu, MAA Aceh Besar membutuhkan kolaborasi berbagai unsur masyarakat untuk memperkuat kelembagaan adat.

Ia juga berkomitmen memperkuat kapasitas organisasi serta mendorong keberadaan lembaga-lembaga adat hingga tingkat gampong.

“Kita harus memperkuat kapasitas yang kita miliki dan memperkuat lembaga-lembaga adat hingga ke gampong-gampong,” ujarnya.

Dalam pelantikan tersebut, H. Anwar Ahmad, ditetapkan sebagai Ketua MAA Aceh Besar periode 2026–2031. Ia didampingi H. Mukhtar sebagai Wakil Ketua I dan Tgk. Muhtasar sebagai Wakil Ketua II.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Besar Syukri A. Jalil, Wakil Ketua DPRK Aceh Besar Muhsin, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kepala OPD, serta unsur Forkopimda Aceh Besar.***