Berita Utama

Forest Youthverse Cetak Generasi Muda Pelestari Hutan Indonesia

Avatar
×

Forest Youthverse Cetak Generasi Muda Pelestari Hutan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 16–17 Juli 2026. [Foto: Kemenhut]

Byklik.com | Pekanbaru – Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 16–17 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan calon pemimpin muda yang diharapkan mampu melahirkan inovasi dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia.

Mengusung tema “Forest for Future Generation: Aksi Generasi Muda Pelestari Hutan untuk Masa Depan Hijau”, kegiatan tersebut diselenggarakan Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM) Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan Balai P2SDM Wilayah II Pekanbaru.

Forest Youthverse Summit merupakan puncak rangkaian pembinaan yang diawali melalui Mentoring Class dan Coaching Class. Dari 50 peserta yang mengikuti proses pendampingan, sebanyak 30 peserta terbaik terpilih mengikuti summit sebagai ruang mengembangkan gagasan, memperkuat kepemimpinan, dan membangun kolaborasi dalam pelestarian hutan.

Pada hari pertama, peserta mengikuti berbagai kegiatan berbasis alam, mulai dari penanaman pohon sebagai simbol komitmen terhadap keberlanjutan, eksplorasi Arboretum SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru untuk mempelajari keanekaragaman hayati dan perhitungan cadangan karbon, hingga praktik pembibitan tanaman hutan.

Baca Juga  Kapolda Aceh Luncurkan Buku Polda Aceh Meutuah

Peserta juga mengikuti kegiatan ecoprint dan sesi Forest Connect untuk memperkuat komunikasi, kepercayaan, serta kolaborasi antarpeserta. Selanjutnya, mereka menyusun berbagai gagasan melalui Forest Innovation Workshop dengan merancang solusi terhadap persoalan kehutanan di daerah masing-masing.

Memasuki hari kedua, para peserta berdialog dalam Forest Youth Forum mengenai tantangan pengelolaan hutan dan keanekaragaman hayati, mulai dari perubahan iklim, konservasi satwa liar, pengelolaan ekosistem gambut, hingga pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi hijau.

Setiap kelompok kemudian mempresentasikan gagasan dalam sesi Forest Innovation Pitching di hadapan praktisi dan pemangku kepentingan sektor kehutanan. Forum tersebut menjadi wadah untuk memperoleh masukan agar setiap inovasi memiliki peluang diterapkan sebagai aksi nyata di lapangan.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan, Luckmi Purwandari, mengatakan Forest Youthverse merupakan strategi Kementerian Kehutanan dalam membangun ekosistem pembinaan generasi muda yang berorientasi pada aksi nyata.

“Tantangan pengelolaan hutan saat ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah ataupun perkembangan teknologi. Dibutuhkan generasi muda yang memiliki kepedulian, kreativitas, keberanian, dan kemampuan membangun kolaborasi. Masa depan hutan Riau tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah ataupun kecanggihan teknologi. Masa depan hutan Riau juga ditentukan oleh kepedulian, kreativitas, dan keberanian generasi mudanya untuk mengambil peran,” ujarnya.

Baca Juga  UGM Tekankan Pendekatan Sosial dalam Pengelolaan Hutan

Sementara itu, Kepala Balai P2SDM Wilayah II Pekanbaru, Manahan Simangunsong, menilai Forest Youthverse menjadi momentum penting untuk membangun kepedulian generasi muda terhadap kelestarian hutan sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pihak.

“Forest Youthverse bukan sekadar kegiatan pembelajaran, tetapi merupakan ruang untuk melahirkan generasi muda yang mampu berpikir kritis, bekerja sama, dan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan kehutanan. Kami berharap setelah kembali ke daerah masing-masing, para peserta menjadi penggerak, edukator, sekaligus inspirator yang mengajak masyarakat semakin peduli terhadap hutan,” katanya.

Setelah summit berakhir, seluruh peserta akan bergabung dalam jejaring Generasi Pelestari Hutan (Genries). Mereka akan terus mendapatkan pendampingan untuk mengimplementasikan inovasi, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta mengembangkan berbagai aksi pelestarian hutan di daerah masing-masing sebagai bagian dari Gerakan Nasional Generasi Pelestari Hutan.