Byklik.com | Redelong – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bener Meriah terus mengintensifkan berbagai program strategis di sektor perdagangan dan perindustrian untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut pada 26 November 2025.
Kepala Disperindag Kabupaten Bener Meriah, Rahmayanti, mengatakan program yang dilaksanakan selama Tahun Anggaran 2026 difokuskan pada pengendalian harga kebutuhan pokok, penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta peningkatan daya saing komoditas unggulan daerah.
“Program yang kami laksanakan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas perdagangan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana,” ujar Rahmayanti di Redelong, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurut Rahmayanti, pada sektor perdagangan pihaknya secara rutin menggelar operasi pasar, inspeksi mendadak (sidak) harga, serta pengawasan distribusi bahan pokok guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat. Penataan pasar tradisional, pasar desa, dan pedagang kaki lima juga terus dilakukan agar aktivitas perdagangan berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman.
Selain menjaga stabilitas perdagangan, Disperindag juga memberikan pembinaan kepada pelaku UMKM melalui fasilitasi perizinan usaha, pelatihan manajemen usaha, promosi produk lokal, serta perlindungan konsumen melalui pelayanan tera dan tera ulang alat ukur dan pengawasan barang yang beredar di pasaran.
Pada sektor perindustrian, Disperindag memperkuat kapasitas Industri Kecil dan Menengah melalui pelatihan peningkatan kualitas produksi, standardisasi produk, inovasi kemasan, hingga pengembangan hilirisasi komoditas unggulan daerah, seperti Kopi Gayo Arabika dan markisa.
Rahmayanti menjelaskan, seluruh program tersebut dilaksanakan melalui sinergi dengan berbagai instansi, di antaranya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pertanian, pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, Perum Bulog, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Bank Aceh, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut bertujuan memperkuat pengawasan perdagangan sekaligus membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku UMKM sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing produk.
Program Disperindag dilaksanakan di berbagai wilayah Kabupaten Bener Meriah, khususnya di pasar tradisional, sentra UMKM, sentra IKM, kawasan perdagangan, serta desa-desa yang memiliki potensi pengembangan komoditas unggulan.
Selain pembinaan usaha, Disperindag juga memfasilitasi pemenuhan legalitas produk melalui sertifikasi halal, pendaftaran merek, dan pengurusan izin edar bekerja sama dengan instansi terkait.
Rahmayanti mengatakan berbagai program tersebut merupakan respons pemerintah daerah terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang sempat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk kerusakan fasilitas perdagangan dan distribusi barang yang berpotensi memicu kenaikan harga maupun kelangkaan kebutuhan pokok.
Di sisi lain, pengembangan Kopi Gayo Arabika sebagai komoditas unggulan Kabupaten Bener Meriah terus didorong melalui program hilirisasi, peningkatan mutu produk, pengolahan hasil, serta perluasan akses pasar guna memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha.
Pelaksanaan program diawali dengan penyusunan perencanaan, pendataan pedagang dan pelaku UMKM, serta pemetaan kondisi pasar. Selanjutnya dilakukan sosialisasi, pelatihan produksi, peningkatan kualitas kemasan, pemasaran digital, pendampingan usaha, hingga pengawasan berkala melalui sidak harga, tera dan tera ulang alat ukur, serta pengawasan mutu barang yang beredar.
Disperindag juga memfasilitasi akses pembiayaan, promosi produk unggulan, dan keikutsertaan pelaku usaha dalam berbagai pameran untuk memperluas jaringan pemasaran di tingkat regional maupun nasional.
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berharap stabilitas perdagangan tetap terjaga, daya saing UMKM dan IKM terus meningkat, serta proses pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana dapat berlangsung lebih cepat, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.***











