Berita Utama

Aceh Utara Catat Penerima Makan Bergizi Gratis Terbanyak di Aceh

Avatar
×

Aceh Utara Catat Penerima Makan Bergizi Gratis Terbanyak di Aceh

Sebarkan artikel ini

Byklik.com | Lhoksukon – Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah dengan jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbanyak di Provinsi Aceh. Hingga Rabu, 29 Juli 2026, program tersebut telah menjangkau 212.245 penerima yang tersebar di 27 kecamatan.

Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Aceh Utara, Risda Felina, mengatakan penerima manfaat terdiri atas peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Dari total penerima manfaat, sebanyak 151.078 orang merupakan peserta didik, sedangkan 61.167 lainnya berasal dari kelompok balita, ibu hamil, dan ibu menyusui (B3).

Baca Juga  Perumdam Tirta Pase Pulihkan Layanan Air Bersih Pascabanjir

“Kalau di kecamatannya, yang paling terbanyak itu ada dua, yaitu Lhoksukon dan Tanah Jambo Aye. Mereka memiliki penerima manfaat sekitar 20.000 sampai dengan 24.000 jiwa, baik kelompok B3 maupun peserta didik,” kata Risda, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurut Risda, tingginya jumlah penerima manfaat di Lhoksukon dan Tanah Jambo Aye menunjukkan luasnya cakupan pelaksanaan Program MBG di wilayah dengan jumlah penduduk yang relatif besar.

Untuk mendukung pelaksanaan program, Aceh Utara kini memiliki 86 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Sebanyak 79 dapur telah beroperasi, sedangkan tujuh dapur lainnya masih menunggu proses lanjutan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga  Banjir Terjang Jalur Kereta, KAI Batalkan Puluhan Perjalanan

Ia menjelaskan, keberadaan dapur SPPG menjadi faktor penting untuk memastikan makanan bergizi dapat diproduksi dan didistribusikan tepat waktu kepada seluruh kelompok sasaran.

Pihaknya berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas jangkauan distribusi hingga ke wilayah pedalaman agar manfaat Program MBG dapat dirasakan secara merata. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan status gizi masyarakat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.