Ekonomi & Bisnis

Aceh Tamiang Targetkan Panen 50 Ton Bawang Merah

Bambang Iskandar Martin
×

Aceh Tamiang Targetkan Panen 50 Ton Bawang Merah

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, melakukan penanaman perdana bersama Kelompok Tani Tepah Jaya di lahan pertanian produktif tersebut, Rabu, 7 Oktober 2026. (Foto: Prokopim Aceh Tamiang)

Byklik.com | Kuala Simpang – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang membidik produksi sekitar 50 ton bawang merah dari lahan lebih dari dua hektare di Kampung Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed. Budidaya komoditas ini ditujukan untuk memperkuat pasokan pangan lokal sekaligus membantu menjaga keterjangkauan harga di pasar.

Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, melakukan penanaman perdana bersama Kelompok Tani Tepah Jaya di lahan pertanian produktif tersebut, Rabu, 7 Oktober 2026.

Armia mengatakan pasokan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga pangan. Bawang merah menjadi salah satu komoditas yang perlu diperkuat produksinya karena harganya dapat berfluktuasi ketika ketersediaan di pasar terbatas.

Baca Juga  Wabup Aceh Tamiang Resmikan Revitalisasi Listrik RSUD Muda Sedia

“Diharapkan saat memasuki masa panen, produksi bawang merah ini dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan dan mendukung harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar Armia.

Menurutnya, peningkatan produksi bawang merah juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan daerah. Produksi dari petani lokal diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Aceh Tamiang terhadap pasokan bawang merah dari luar daerah.

Pemkab Aceh Tamiang melalui Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan memfasilitasi bibit bawang merah untuk kelompok tani. Bibit yang ditanam berasal dari Brebes.

Baca Juga  Dukung Investasi Migas, Bea Cukai Aceh Bebaskan Bea Masuk 1,5 Juta Dolar AS

Armia mendorong pemanfaatan lahan pertanian dan pekarangan untuk mengembangkan berbagai komoditas pangan yang memiliki masa panen relatif cepat. Ia juga meminta aparatur kampung, Forkopimcam, dan masyarakat memperluas gerakan menanam di wilayah masing-masing.

“Peningkatan produksi pangan lokal membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk menjaga ketersediaan pasokan secara berkelanjutan,” katanya.

Penanaman perdana tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Aceh Tamiang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta sejumlah pejabat terkait.***