Uncategorized

Alquran dari Brimob, Menghangatkan Masjid dan Pesantren

Avatar
×

Alquran dari Brimob, Menghangatkan Masjid dan Pesantren

Sebarkan artikel ini
Personel Satgas Brimob Polda Aceh menyerahkan bantuan Alquran untuk pengurus masjid dan pesantren di Aceh Tamiang, Kamis (8/1/2026). [Foto: Humas Brimob]

Byklik.com | Kualasimpang – Di tengah kesederhanaan masjid dan pesantren di Aceh Tamiang, kepedulian datang bukan dalam bentuk pengamanan, melainkan dalam wujud Alquran dan perlengkapan shalat.

Personel Satgas Brimob Polda Aceh menyambangi Masjid Syuhada, Meunasah Darul Mukmin, serta Pesantren Nailatul Huda pada Kamis, 8 Januari 2026. Mereka menyerahkan bantuan Alquran dan sarana ibadah sebagai bagian dari pengabdian kemanusiaan dan keagamaan kepada masyarakat.

Suasana penyerahan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Pengurus masjid, para santri, hingga warga sekitar menyambut bantuan tersebut dengan wajah haru dan rasa syukur. Kehadiran Brimob kali ini bukan sebagai aparat bersenjata, melainkan sebagai sahabat umat yang hadir menguatkan kehidupan spiritual warga.

Baca Juga  Renungan tentang Keberanian dan Kekalahan di Kerkhof Peucut

Komandan Satuan Brimob Polda Aceh, Kombes Pol. Zuhdi Batubara, S.I.K., menegaskan bahwa pengabdian Brimob tidak hanya berada di garis depan pengamanan, tetapi juga dalam merawat nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan.

“Brimob Polri memiliki tanggung jawab moral untuk hadir membantu masyarakat. Kami berharap bantuan Alquran dan perlengkapan shalat ini dapat memperkuat iman, kebersamaan, dan semangat beribadah,” ujarnya.

Baca Juga  Komnas Perempuan Soroti Angka Kekerasan di Aceh Masih Mengkhawatirkan

Rasa syukur juga disampaikan warga setempat. Ahmad (35), salah seorang jamaah, menyebut bantuan tersebut sangat berarti bagi aktivitas ibadah di masjid dan pesantren.

“Kami terharu. Bantuan ini bukan hanya soal barang, tetapi perhatian dan kepedulian. Kehadiran Brimob Aceh memberi rasa aman dan semangat bagi masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Satuan Brimob Polda Aceh kembali menegaskan komitmennya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat—hadir secara humanis dan religius, serta menyentuh langsung kehidupan sosial dan spiritual warga Aceh.