HeadlineHiburan & Budaya

Banjir Bandang Rusak Ratusan Rapai Pasee, Warisan Budaya Terancam Punah

Avatar
×

Banjir Bandang Rusak Ratusan Rapai Pasee, Warisan Budaya Terancam Punah

Sebarkan artikel ini
Puluhan Rapai Pasee milik Syech Faizan Abdullah rusak dan hilang akibat musibah banjir bandang yang melanda Aceh Utara akhir November lalu
Puluhan Rapai Pasee milik Syech Faizan Abdullah rusak dan hilang akibat musibah banjir bandang yang melanda Aceh Utara akhir November lalu. đź“·: Dok. ByKlik.com/Abe

ByKlik.com | Lhoksukon — Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Utara memberikan dampak destruktif yang melampaui kerusakan fisik bangunan. Selain merusak rumah warga dan infrastruktur jalan, musibah ini menghancurkan ratusan alat musik tradisional Rapai Pasee, warisan budaya yang telah dijaga turun-temurun selama ratusan tahun.

Ketua Pengurus Rapai Pasee Aceh, Syech Faizan Abdullah, menyatakan bahwa puluhan koleksi Rapai Pasee miliknya mengalami kerusakan parah, bahkan sebagian besar hilang terseret arus banjir yang deras.

“Ini bukan sekadar alat musik, tapi identitas dan ruh budaya masyarakat Pasee. Banyak rapai yang rusak total dan tidak bisa lagi digunakan,” ujar Syech Faizan kepada ByKlik di Lhoksukon, Senin (29/12/2025).

Baca Juga  TNI Selamatkan Lansia Kritis di Tengah Banjir Bener Meriah

Berdasarkan pendataan sementara, dampak banjir ini bersifat masif terhadap alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tangan kosong itu. Syech Faizan mengungkapkan bahwa kondisi serupa dialami oleh puluhan grup Rapai Pasee di bawah binaannya. Diperkirakan sekitar 90 persen dari total populasi Rapai Pasee di wilayah tersebut terdampak dan mengalami kerusakan berat.

Upaya pemulihan alat musik perkusi khas Aceh ini diprediksi tidak akan berjalan mudah. Proses perbaikan membutuhkan waktu yang lama, setidaknya empat tahun, dikarenakan kerumitan teknis pembuatan serta kebutuhan biaya yang sangat besar.

Syech Faizan menegaskan bahwa situasi ini merupakan ancaman serius bagi kelestarian budaya Aceh. Tanpa adanya intervensi dari pemerintah maupun pemerhati budaya, tradisi ini dikhawatirkan akan menghilang.

Baca Juga  Wagub Kawal Langsung Pembangunan Huntap Korban Banjir Aceh Utara

“Banyak rapai yang rusaknya sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki. Kalau tidak segera ditangani, ini bisa menjadi kehilangan besar bagi budaya Aceh,” tegasnya.

Bencana ini menjadi sinyal peringatan bahwa mitigasi bencana tidak hanya krusial bagi aspek ekonomi dan fisik, tetapi juga bagi perlindungan jati diri budaya masyarakat. Saat ini, dukungan dan langkah konkret dari berbagai pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar Rapai Pasee tetap bertahan dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. []