Berita Utama

Kementerian PU Kebut Pemulihan Jalan Nasional Aceh

Avatar
×

Kementerian PU Kebut Pemulihan Jalan Nasional Aceh

Sebarkan artikel ini
Prajurit TNI bersama petugas Kementerian Pekerjaan Umum menyelesaikan pembangunan jembatan bailey di Bireuen, Aceh, Sabtu (13/12/2025). [Foto: ANTARA/Irwansyah Putra]

Byklik.com | Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan akses jalan nasional di Provinsi Aceh pascabanjir bandang dan longsor. Hingga Minggu (21/12/2025) pukul 10.00 WIB, sebagian besar ruas strategis di lintas timur, barat, dan tengah Aceh telah kembali fungsional, memungkinkan konektivitas antarwilayah dan distribusi logistik berangsur pulih.

Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Kementerian PU memprioritaskan pembukaan akses jalan nasional sebagai urat nadi mobilitas masyarakat serta pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak bencana.

“Kementerian PU terus berusaha agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,” tegas Menteri PU Dody Hanggodo.

Secara umum, lintas timur dan lintas barat Aceh telah berfungsi, dengan pekerjaan lanjutan berupa pembersihan material banjir dan longsor. Sementara itu, pada lintas tengah, penanganan difokuskan pada pemasangan Jembatan Bailey dan perbaikan badan jalan yang tergerus aliran sungai agar konektivitas kembali tersambung secara bertahap.

Baca Juga  Lembaga Jepang Siap Bantu Pemulihan Aceh Pascabanjir Besar

Di lintas timur Aceh, ruas Banda Aceh–Meureudu telah terhubung, disusul ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya/Bireuen yang kembali fungsional sejak 12 Desember 2025 setelah penimbunan oprit jembatan runtuh. Ruas Bireuen–Batas Bireuen/Aceh Utara juga telah dapat dilalui melalui jalur alternatif Jembatan Bailey di Awe Geutah dengan akses terbatas sejak 19 Desember 2025.

Kementerian PU memastikan ruas Lhokseumawe–Langsa telah normal kembali setelah pembersihan sedimen rampung pada 10 Desember 2025. Ruas Langsa–Kuala Simpang menyusul fungsional pada 19 Desember 2025, sementara ruas Kuala Simpang–Batas Provinsi Sumatera Utara kini dapat dilalui seluruh jenis kendaraan, meski pembersihan lumpur dan kayu masih berlangsung.

Di wilayah tengah dan barat Aceh, sejumlah ruas strategis juga telah tersambung. Ruas Bireuen–Batas Bireuen/Bener Meriah fungsional sejak 18 Desember 2025 setelah pemasangan Jembatan Bailey di Teupin Mane dan penanganan longsoran. Ruas Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara kembali terhubung sejak 19 Desember 2025.

Baca Juga  Kapolres Lhokseumawe Tegaskan Polri Komitmen Dampingi Pemulihan Pascabencana

Selanjutnya, ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhokseumawe–Jeuram telah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Pada ruas ini, satu jembatan yang putus sedang ditangani melalui penimbunan oprit dan pemasangan Jembatan Bailey dengan target fungsional pada 25 Desember 2025.

Adapun ruas Kutacane–Batas Provinsi Sumatera Utara telah dapat dilalui. Sementara pada ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kutacane, sembilan titik longsoran telah ditangani dan dua jembatan tetap difungsikan melalui jalan sementara sambil menunggu pemasangan Jembatan Bailey yang ditargetkan rampung pada 27 Desember 2025.

Kementerian PU menegaskan akan terus memantau dan mempercepat penanganan seluruh titik terdampak bencana di Aceh, bekerja sama dengan pemerintah daerah, BUMN Karya, dan TNI, guna memastikan akses jalan nasional pulih secara aman dan berkelanjutan.