Ekonomi & BisnisHeadline

Inflasi Aceh Tertinggi di Sumatera, Capai 5,03 Persen

Raudhatul
×

Inflasi Aceh Tertinggi di Sumatera, Capai 5,03 Persen

Sebarkan artikel ini
Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria. (Foto: Dok. Humas BPS Aceh)

Byklik.com | Banda Aceh – Inflasi tahunan Provinsi Aceh mencapai 5,03 persen pada September 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Agus Andria, mengatakan inflasi tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) Aceh yang mencapai 116,62.

“Inflasi year on year terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran,” kata Agus, Kamis, 1 Oktober 2026.

Sejumlah komoditas memberikan andil terhadap inflasi tahunan Aceh. Beras menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan andil 0,62 persen, diikuti nasi dengan lauk 0,56 persen, emas perhiasan 0,30 persen, bensin 0,29 persen, dan daging ayam ras 0,27 persen.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 12,17 persen.

“Berdasarkan kelompok pengeluaran, kenaikan indeks paling tinggi terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran yang mencapai 12,17 persen,” ujar Agus.

Baca Juga  Di Aceh Utara Lebih 3 Ribu Rumah Warga Hilang

Kenaikan indeks juga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,90 persen, transportasi 5,94 persen, makanan, minuman dan tembakau 5,02 persen, serta perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 4,23 persen.

Selanjutnya, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan naik 3,88 persen. Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga naik 3,25 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 1,98 persen, kesehatan 1,08 persen, serta pendidikan 0,56 persen.

Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki menjadi satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yakni sebesar 1,30 persen.

Berdasarkan wilayah penghitungan IHK, Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tahunan tertinggi di Aceh sebesar 5,86 persen dengan IHK 120,31. Angka tersebut juga menjadi yang tertinggi di antara 41 kabupaten/kota yang menjadi wilayah penghitungan IHK di Sumatera.

“Sementara inflasi tahunan paling rendah di Aceh terjadi di Meulaboh sebesar 3,61 persen dengan IHK 116,49,” kata Agus.

Baca Juga  Aceh Deflasi Februari, Perdagangan Tetap Surplus

Pada tingkat Sumatera, Aceh mencatat inflasi tahunan sebesar 5,03 persen. Sementara Sumatera Selatan mencatat inflasi terendah sebesar 2,55 persen dengan IHK 112,21.

Selain inflasi tahunan, BPS mencatat Aceh mengalami inflasi bulanan sebesar 0,36 persen pada September 2026. Adapun inflasi tahun kalender mencapai 1,94 persen.

Untuk inflasi bulanan, Aceh Tengah kembali mencatat angka tertinggi sebesar 0,59 persen. Sebaliknya, Meulaboh mengalami deflasi sebesar 0,04 persen.

Tekanan inflasi bulanan terutama berasal dari sejumlah komoditas pangan. Cabai merah memberikan andil terbesar sebesar 0,34 persen, disusul cabai hijau 0,20 persen, daging ayam ras 0,17 persen, serta ikan tuna dan semangka masing-masing 0,02 persen.

Data tersebut menunjukkan tekanan harga konsumen di Aceh pada September 2026 berasal dari berbagai kelompok pengeluaran. Selain komoditas pangan, kenaikan harga pada kelompok penyediaan makanan dan minuman serta transportasi turut mendorong tingginya inflasi tahunan Aceh.