Berita Utama

Bunda PAUD Lhokseumawe Bahas Wajib Belajar 13 Tahun

Bambang Iskandar Martin
×

Bunda PAUD Lhokseumawe Bahas Wajib Belajar 13 Tahun

Sebarkan artikel ini
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Lhokseumawe, Yulinda Sayuti, membahas penguatan pendidikan prasekolah sebagai bagian dari strategi percepatan Wajib Belajar 13 Tahun dalam audiensi dengan Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jumat, 25 September 2026. (Foto: Diskominsa Lhokseumawe)

Byklik.com | Jakarta – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Lhokseumawe, Yulinda Sayuti, membahas penguatan pendidikan prasekolah sebagai bagian dari strategi percepatan Wajib Belajar 13 Tahun dalam audiensi dengan Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jumat, 25 September 2026.

Audiensi yang berlangsung di Jakarta itu turut membahas perkembangan layanan PAUD di Kota Lhokseumawe, program kerja Bunda PAUD, serta penyusunan Rencana Kerja Implementasi Strategi Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun melalui penguatan satu tahun pendidikan prasekolah pada 2026.

Yulinda hadir bersama Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Lhokseumawe dan diterima Direktur PAUD Kemendikdasmen Kurniawan, didampingi Kepala Subtim Wajib Belajar 13 Tahun Direktorat PAUD Deni Wijaya Utama.

Dalam pertemuan tersebut, rombongan Bunda PAUD memaparkan profil dan data layanan PAUD di Kota Lhokseumawe. Data itu menjadi bahan pembahasan untuk melihat kondisi layanan sekaligus mengidentifikasi langkah penguatan akses pendidikan prasekolah di daerah.

Yulinda juga menyampaikan sejumlah program Bunda PAUD yang diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan PAUD serta mendorong keterlibatan keluarga dan masyarakat.

Baca Juga  Wali Kota Buka MPLS Sekolah Rakyat Lhokseumawe

Menurut Yulinda, program tersebut perlu dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat agar upaya memperluas akses pendidikan prasekolah dapat berjalan di tingkat daerah.

“Kami hadir bukan hanya untuk mendapatkan penguatan terkait kebijakan, tetapi juga untuk menyampaikan apa yang sedang kami lakukan di Kota Lhokseumawe. Program-program Bunda PAUD kami ingin terus diarahkan agar dapat mendukung upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan prasekolah sebagai bagian dari strategi Wajib Belajar 13 Tahun,” ujar Yulinda.

Ia mengatakan pelaksanaan strategi percepatan Wajib Belajar 13 Tahun membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk peran Bunda PAUD dalam mendorong kesadaran keluarga mengenai pentingnya pendidikan prasekolah.

“Bunda PAUD bersama Pokja siap mendampingi dan mengawal program ini di daerah. Kami ingin membangun gerakan bersama dengan satuan PAUD, orang tua, masyarakat, dan pemerintah agar anak-anak di Kota Lhokseumawe mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan prasekolah dengan baik,” tambah penerima penghargaan Wiyata Darma Madya pada Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 tersebut.

Baca Juga  Kemenhaj Kerahkan 1.356 Petugas Amankan Lontar Jumrah

Bahas Penguatan Akses Pendidikan Prasekolah

Direktur PAUD Kemendikdasmen Kurniawan mengapresiasi audiensi Bunda PAUD Kota Lhokseumawe bersama Pokja. Menurut dia, komunikasi langsung antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat penting untuk memperkuat koordinasi program pendidikan anak usia dini.

Kurniawan mengatakan koordinasi tersebut juga berkaitan dengan implementasi strategi percepatan Wajib Belajar 13 Tahun melalui penguatan satu tahun pendidikan prasekolah.

Dalam audiensi tersebut, Yulinda didampingi Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Lhokseumawe Nofayana, dan Sekretaris Pokja Bunda PAUD Nanda Maisarah.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari pembahasan penyelarasan program Bunda PAUD Kota Lhokseumawe dengan kebijakan pendidikan nasional. Hasil pembahasan juga diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan rencana kerja daerah untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan prasekolah.***