HeadlineHiburan & Budaya

Museum Samudera Pasai Makin Ramai Dikunjungi Peneliti

Avatar
×

Museum Samudera Pasai Makin Ramai Dikunjungi Peneliti

Sebarkan artikel ini
Monumen Samudera Pasai di Desa Beuringen Kecamatan Samudera, Aceh Utara. [Foto: Dok. Byklik.com]

Byklik.com | Geudong – Museum Islam Samudera Pasai di Kabupaten Aceh Utara semakin banyak dikunjungi masyarakat. Selain pelajar dan wisatawan, museum tersebut kini menarik minat sejarawan dan peneliti yang ingin menelusuri jejak Kesultanan Samudera Pasai.

Sepanjang 2025, jumlah kunjungan ke museum yang menyimpan berbagai informasi sejarah Samudera Pasai itu mencapai lebih dari 1.230 orang. Sementara hingga September 2026, jumlah pengunjung telah menembus lebih dari 700 orang.

Petugas Museum Islam Samudera Pasai, Erni, mengatakan pengunjung berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, pihak swasta, sejarawan hingga peneliti.

“Pada 2025 kunjungan mencapai 1.230 lebih,” kata Erni, Rabu, 16 September 2026.

Menurut Erni, pengunjung museum tidak hanya berasal dari Aceh, tetapi juga dari sejumlah daerah di Sumatera dan Pulau Jawa. Kunjungan juga datang dari mancanegara, di antaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Brunei Darussalam, India, Pakistan, kawasan Timur Tengah hingga Amerika Serikat.

Baca Juga  Menko Polkam Resmikan 104 Huntap Korban Bencana Aceh Utara

“Kalau pengunjung dari luar negeri, mayoritas dari Malaysia,” ujarnya.

Erni menjelaskan, informasi mengenai sejarah Samudera Pasai dan Sultan Malikussaleh yang beredar di media sosial turut mendorong minat masyarakat untuk mengunjungi museum.

Sebagian pengunjung terlebih dahulu mencari informasi melalui berbagai platform digital sebelum datang langsung untuk melihat koleksi dan menggali sejarah Samudera Pasai secara lebih mendalam.

“Informasi yang mereka cari terutama tentang sejarah Malikussaleh dan Kesultanan Islam Samudera Pasai. Mereka juga ingin mengetahui artefak-artefak bersejarah peninggalan Samudera Pasai,” ujarnya.

Baca Juga  Wisman Meningkat, Perdagangan Luar Negeri Aceh Tetap Surplus

Menurut Erni, meningkatnya minat tersebut menunjukkan semakin luasnya ketertarikan masyarakat terhadap sejarah Samudera Pasai. Museum kini tidak hanya menjadi tujuan wisata sejarah, tetapi juga menjadi tempat rujukan bagi sejarawan dan peneliti yang ingin memperoleh informasi tentang sejarah serta peninggalan Kesultanan Samudera Pasai.

Hingga September 2026, jumlah kunjungan telah mencapai lebih dari 700 orang. Jumlah tersebut masih berpotensi meningkat hingga akhir tahun seiring rangkaian kegiatan Milad Samudera Pasai ke-800.

Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah hingga mancanegara menjadikan Museum Islam Samudera Pasai sebagai salah satu ruang penting untuk mempertemukan masyarakat dengan jejak sejarah Kesultanan Samudera Pasai di Aceh Utara.